Figure

Dalam hidup ini, kita bertemu dengan aneka ragam karakter orang-orang. Aneka ragam respon sikap dalam berinteraksi. Diantara orang-orang itu, secara tidak sadar telah kita klasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Dan salah satu kelompok itu kusebut “figure”. Bagiku, figure adalah seseorang yang begitu membekas di ingatan karena pelajaran hidup bermanfaat yg kau peroleh darinya.

Saat bersocmed tadi, tak sengaja aku menemukan kembali “figure” yang telah lama ada di ingatanku. Beliau salah satu dosen senior di masa-masa aku kuliah dulu. Ada banyak pelajaran yg kudapatkan beliau. Dari beliau, aku belajar menulis dengan lebih “rapi”. Dari beliau aku belajar tentang bagaimana menggali ide dari sebuah buku besar bernama kehidupan. Dari beliau aku pernah belajar menemukan kesalahanku sendiri pada salah satu tulisan yang kubuat, dan sungguh membuatku tertawa akan kesalahanku pada tulisanku itu.

Beliau, Pak AMS, semoga senantiasa sehat dan dalam perlindungan Allah SWT.

Figure lainnya, yang menyadarkanku bahwa penting untuk berteman dengan siapa saja. Ialah salah satu petinggi di perusahaan semen ternama di Indonesia, sekaligus dosenku juga pada masa itu. Beliau menyadarkanku bahwa sangat penting untuk berteman dengan siapa saja, jangan menutup diri dari peluang yang ada. Meskipun pada masa itu, nasihat itu sudah agak terlambat, sebab setelah menerima nasihat itu aku merasa jadi ada banyak hal yg aku lewatkan dengan sia-sia. Membuatku merasa kecewa karena telah membuang segudang peluang.

Namun manusia belajar. Aku manusia. Aku belajar. Dari setiap inchi masa lalu yang pernah kutapaki. Dari setiap detik waktu yang kulalui.

Penyesalan untuk hal-hal tertentu sudah pasti ada, sebab aku manusia. Namun aku tidak akan berlarut-larut. Biarlah semua yang telah berlalu kujadikan hikmah. Kutapaki masa kini untuk masa depan dan masa akhirat kelak insyaAllah.

Terima kasih para figure. Semoga nasihat-nasihat dan kebaikan beliau-beliau dapat menjadi amal jariyah yang bermanfaat di akhirat kelak. Aamiin.

*Sepotong cerita sebelum tidur, padahal malam sudah begitu larut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *