Monthly Archives: March 2011

Siapa Tuhanmu?

Suatu kali seorang anak penjual pastel menyebut kata “Tuhan”. Sepintas saja.

Terdengar oleh dia yang sedang duduk merokok di sudut ruangan, entah berpikir apa.

Lalu keluarlah sebentuk kalimat dari mulutnya yang sibuk menghembuskan asap rokok itu.

 

“Emang kamu kenal Tuhan?, tanyanya pada si bocah penjual pastel yang biasa berjualan keliling di fakultas ekonomi.

“Iya dong!.. Hehhee”, anak itu menjawab polos seraya menunjukkan barisan giginya yang tak putih.

“Saya aja nggak kenal dengan Tuhan saya”, si lelaki perokok seperti berbicara pada dirinya sendiri.

“Hahaa..”, sedikit tawa untuk mencairkan suasana.

 

Tuhan.. apakah aku mengenalMU?

Apakah aku benar-benar telah mengenalMU sebagaimana adanya diriMU?

Ataukah selama ini aku merasa telah mengenalMU padahal sebenarnya belum?

 

Hmm..

 

Tuhan, sejujurnya aku tak tahu siapa dirimu.

Yang kutahu sejak kecil, ibuku selalu menyebut namaMU sebagai ancaman jika aku enggan melaksanakan shalat.

Ternyata aku nakal banget ya Tuhan?

Tapi waktu itu aku memang benar-benar nggak ngerti apa itu agama? Untuk apa shalat, puasa dan embel-embelnya? Dan sebenarnya bagaimana gambaran tentang diriMU?

Aku penasaran..

Bertanya pada orang-orang dewasa di sekitarku..

Tapi mereka hanya menjawab

“kelak saat dewasa, kau akan tahu jawabanNYA, Nak”

 

Di sekolah..

Guru-guru selalu menerangkan tentang perintahMU dan laranganMU..

Tapi mereka tidak pernah menjelaskan siapa ENGKAU?

Dan bagaimana caraku dapat memahamiMU?

 

Seiring berjalannya waktu…

Di suatu kesempatan yang telah ENGKAU tentukan..

Ribuan pertanyaan tentang diriku bermunculan..

Siapa aku?

Kenapa aku bisa ada di dunia ini?

Bagaimana asal mulaku?

Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang semuanya berujung pada

pertanyaan tentangMU

 

Mungkin benar seperti yang diungkapkan kalimat:

“siapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya”

 

Tuhan.. aku masih belajar untuk mengenalMU..

Ingin mengenalMU lebih dalam lagi..

Hamba yang lemah ini hanya berusaha untuk tetap istiqomah di jalanMU.

 

 

 

300311,02:21am

Dibaca sebanyak: 295 kali.

Episode Dua Babak Kehidupan Di Angkot

27 Februari 2011

# about 10.00 AM
Pagi itu.. Saya berencana menonton acara Inaugurasi Fakultas Ekonomi UNHAS yang di undangannya tercantum akan dilaksanakan jam 10 pagi di Baruga Andi Pangeran Pettarani. Saya pun bersiap-siap sejak jam 8. Kemudian berangkat jam 9 dengan menaiki pete-pete*.
Saat itu baru saya penumpang pertama. Tidak lama kemudian ada 3 penumpang lain yang naik. Seorang gadis sebaya saya, duduk di sebelah kiri saya. Sedangkan yang dua orang seperti ibu dan anak, duduk di depan saya. Anaknya (anggap saja anaknya) seusia juga dengan saya.
Ketika pete-pete yang kami tumpangi berhenti di depan sebuah kios untuk menunggu penumpang, ibu yang duduk di depan saya menyapa seorang laki-laki paruh baya yang sedang membuka kios kecilnya yaitu.
“Halo Om!.. Baru buka ya? Kok baru buka? Sudah siang nih…”, sapa si ibu sambil ketawa ketiwi.
Lelaki paruh baya itu pun berbalik badan, ingin mengetahui siapa yang menyapanya.
“Eh..kamu ternyata”, lelaki itu sambil tertawa
“Kok siang baru buka, Om?”
“Kan santai… Hari Minggu..”
Pete-pete pun mulai berjalan, si ibu berpamitan pada lelaki tersebut.
“Mari Om!.. Duluan..”
“Oh iya.. iyaa..”

Si ibu pun bercerita pada sang anak
“Kamu tahu nggak? Si Om tadi itu mantan pelaut. Dia bosan di laut, akhirnya mendirikan usaha kecil-kecilan kios tadi. Sayangnya nggak punya anak”
“Nggak punya anak, Ma? Kalau istrinya?”
“Oh..kalau istri dia punya. Istrinya cantik. Pernah nih Mama tanya sama si Om itu kok istrinya mau sih sama dia? Kan dia gendut, item. Hehheee.. Si Om itu langsung ngakak abis. Dia bilangnya katanya gitu-gitu dia dulu itu tampan dan nggak gendut kayak sekarang. Tapi sayang juga kok nggak punya anak.. jadi nggak ada generasi berikutnya”

# about 5.00 PM
Seorang perempuan berusia sekitar 60an tahun menyetop pete-pete yang kutumpangi. Perempuan itu pun naik. Tampak kepayahan dan agak susah berjalan. Tidak lama kemudian, ibu-ibu muda sekitar 3-an thaun juga naik, mereka bertiga.
Si ibu tua itu tiba di tujuannya. Turun perlahan dan tampak begitu sulit. Aku dan para penumpang lain hanya bisa mengamati dengan cemas, khawatir kalau-kalau ia jatuh. Sebab hujan baru saja reda dan jalan begitu licin. Saat angkot melaju lagi, ketiga ibu muda saling bercakap-cakap.
“Kasihan ya ibu itu”, ucap perempuan A
“Iya.. susah banget jalannya dan bawaannya juga banyak. Duh..kok anak atau menatunya nggak nemenin ya?”, perempuan B menanggapi.
“Ya udah makanya nanti kalo mamamu atau ibu mertuamu mau kemana-mana ditemenin gih. Kan kesian kalo kayak ibu yang tadi itu. Kesusahan banget”, perempuan C menambahkan.

Dibaca sebanyak: 308 kali.

Sekeping Pekat

lamat-lamat

senyap menyapa ruang

berdesir di antara waktu

bersama udara dingin

menggigilkan hati yang kuyup karena hujan

 

derap langkah

satu persatu

mengiringimu

perlahan semakin menjauh

 

menjauh dari gelap

menuju setitik sinar

 

sesaat aku mendengar

ribuan langkah gelisahmu

di belakangku yang begitu riuh berkobar

 

aku menahan nafas sejenak

menghentikan langkah

lalu kembali berjalan pelan

 

lamat-lamat..

semakin cepat aku berjalan

bahkan berlari

meninggalkanmu

dan meninggalkan ruang gelap pekat

yang telah begitu lama membuatakanku

 

langkahmu tak terdengar lagi

dan aku berbalik

masihkah kau di sana?

tanyaku tanpa berniat berjalan kembali ke arahmu

 

hanya kebisuan

yang kudengarkan

 

tak ada setitikpun suaramu kudapatkan

 

kuputuskan melangkah cepat

berlari…

menuju cahaya tuk hapus hitamku yang pekat

 

 

Dibaca sebanyak: 308 kali.

Resensi Buku: Kerjarlah Daku Kau Kuangkot

Hampir tiap pagi, setelah bangun tidur (eh, sorry, sebelum saya cerita aktivitas saya di pagi hari, saya jadi inget waktu saya masih sekolah dasar.Hampir setipa pagi banyak murid yang telat ke sekolah, sampai-sampai tiap pagi guru marah-marah, “kenapa sih kalian terlambat melulu?”. Eh ternyata penyebabnya sederhana, di dekat sekolah tuh ada plang bertuliskan ‘SEKOLAH – PELAN2’, jadinya pas udah mau dekat sekolahan langkah kaki para murid pun berubah pelan-pelan semua!

Itulah sepenggal kutipan pengantar penulis di buku berjudul Kejarlah Daku Kau Kuangkot ini.
Buku kumpulan cerita pendek karya Boim Lebon ini adalah sebuah buku yang sangat cocok menemani suasana santai. Untuk sekedar melepas penat setelah berpikir keras, sebab buku ini berisi kumpulan cerpen humor yang bergaya khas Boim Lebon.
Bagi penggemar tulisan-tulisan Boim lebon, meskipun sudah sering membacanya tetap tidak membosankan. Boim Lebon punya gaya bercerita dan style humor tersendiri. Meskipun buku ini tergolong lebih cocok untuk genre siswa remaja, namun tetap menghibur dan lucu kok untuk dibaca orang dewasa. Bahkan untuk para orangtua, buku ini cocok untuk kado anaknya yang berusia remaja.

Beberapa dari cerpen yang ada di buku ini sudah pernah dicetak sebelumnya di buku Boim Lebon yang berjudul Don’t Worry be Happy (disingkat: DWBH) sekitar tahun 2005. Saya pernah punya bukunya, tapi dah hilang. Hiks..sedih juga buku itu hilang padahal lucu banget. Alhasil saya pun bertanya langsung pada Mas Boim-nya tentang buku tersebut, dan ternyata buku itu (Don’t Worry be Happy) sekarang sudah tidak dicetak ulang lagi. Namun sebagai gantinya, beberapa cerita unggulan dari buku Don’t Worry be Happy tersebut digabungkan dengan beberapa cerita lucu lainnya (yang seingat saya pernah dimuat di Majalah Annida), kemudian dicetak menjadi sebuah buku berjudul Kejarlah Daku Kau Kuangkot (disingkat: KDKK) ini. Jadi bisa dibilang sebenarnya buku KDKK ini merupakan buku penyempurnaan dari buku DWBH.

Oh ya, satu hal juga yang membuat buku ini lebih menarik yaitu adanya ilustrasi-ilustrasi lucu nan menarik, serta bonus maknyus berupa humor-humor singkat yang ada menyelingi beberapa cerita.

Selebihnya, Anda dapat tahu lebih lanjut dengan membaca sendiri bukunya. 😉
Berikut informasi lengkap buku tersebut:

Judul : Kejarlah Daku Kau Kuangkot
Penulis : Boim Lebon
Penerbit : PT. Lingkar Pena Kreativa (Lingkar Pena Publishing House)
Cetakan Pertama November 2010
Semoga bermanfaat!.. ^_^

Dibaca sebanyak: 314 kali.

Tuhan dan Pasar Uang

7 Maret 2011, 23.10 WITA

Di mata kuliah ekonomi internasional, kita sudah tahu bahwa exchange rate mempengaruhi perdagangan global antar negara.

Untuk sekedar mengingatkan kembali, exchange rate adalah nilai mata uang suatu negara terhadap nilai mata uang negara lain. Exchange rate biasanya dinyatakan dengan kurs. Dalam manejemennya, kurs terbagi 3 yaitu fixed kurs, pure floating kurs serta managed floating kurs (half floating). Sekarang ini sebagian besar negara menggunakan sistem managed floating kurs.

Tentu sering kan denger orang bertanya “kurs hari ini berapa?”. Nah.. kurs dibentuk dari pergerakan permintaan dan penawaran suatu mata uang terhadap negara lain.

Makin banyak permintaan atas mata uang negara kita dibandingkan permintaan mata uang negaralain yang menjadi pembanding nilai, maka berarti nilai mata uang kita akan dihargai mahal, sebab lebih banyak dibutuhkan.

Sadar tidak bahwa pergerakan permintaan dan penawaran kurs yang terjadi di pasar saham, adalah sesuatu yang tidak nampak di depan mata kita. Tak terlihat secara kasat mata. Bisa juga kita sebut sebagai sesuatu yang abstrak..

Dari segala aktivitas di pasar uang ini lah kegiatan riil dipengaruhi secara besar-besaran. Entah disadarai atau tidak.

Sama halnya dengan agama,,,
Tentang bagaimana kepercayaan kita terhadap Tuhan mempengaruhi perilaku kita (sesuatu yang nyata).

Sesuatu yang tidak terlihat itu kadang kala punya kekuatan yang lebih dahsyat daripada sesuatu yang terlihat.

Dibaca sebanyak: 291 kali.