Monthly Archives: October 2011

Buyology

Mengapa Anda membeli barang X dan bukan barang Y? Apa yang mendasari keputusan Anda tersebut? Oh, karena barang X lebih bagus daripada barang Y. Mungkin Anda akan menjawab demikian. Jika saya bertanya lebih lanjut lagi, mengapa Anda dapat menyimpulkan bahwa barang X lebih bagus daripada barang Y? Mungkin kembali lagi Anda akan menjawab, karena tertera yang tertulis di bagian belakang kemasan produk tersebut. Atau mungkin juga Anda akan menjawab, karena harga produk X lebih mahal daripada produk Y. Atau mungkin pula Anda hanya akan berkata “tidak tahu”.

Apapun jawaban Anda, selalu ada fakta-fakta menarik ketika kita mengetahui apa sebenarnya motif yang membuat seseorang memilih suatu merk dan bukan merk memilih merk lainnya? Di buku yang berjudul Buyology ini, semua hal tersebut diulas secara bertahap.

Buku yang ditulis oleh Martin Lindstrom ini, ditulis berdasarkan penelitian neuromarketing yang telah dilakukannya. Apa itu neuromarketing? Neuromarketing adalah suatu bidang yang berpandangan bahwa marketing berhubungan dengan saraf-saraf yang ada pada diri manusia.

Lebih jauh lagi, dalam buku ini kita memahami bagaimana kerasnya usaha-usaha para marketer (pemasar) berusaha memenangkan kesetiaan kita, uang kita, dan pikiran kita.

Contoh tentang bagaimana tim marketing perusahaan telah memenangkan kesetiaan konsumen, misalnya: seseorang yang cenderung menggunakan margarin merk Blueb*nd dan tidak mau merk lainnya. Mengapa? Menurut buku ini, dijelaskan bahwa bisa jadi hal itu karena merk Blueb*nd telah benar-benar tertanam di otak orang tersebut. Merk blueb*nd punya cerita historis tersendiri yang selalu mengingatkannya pada masa kecil dimana ia selalu sarapan bersama keluarga dengan roti yang diolesi Blueb*nd.

Itu baru satu contoh saja. Selebihnya, silakan baca di buku ini. ^_^

Judul: Buyology, Rahasia di Balik Keputusan Membeli

Penulis: Martin Lindstrom

Penerbit: PT Elex Media Komputindo

2011

Dibaca sebanyak: 9201 kali.

Mimpi Sejuta Dolar

“You can take me out from Indonesia, but you can never take Indonesia out from me.” – Merry Riana.

Mimpi Sejuta Dolar. Sebuah buku yang ditulis oleh Alberthiene Endah dan Merry Riana ini sangat menginspirasi saya. Mengingatkan saya bahwa betapa rasa syukur harus selalu ada, betapa kehidupan adalah sesuatu yang perlu kita jalani dengan penuh kesyukuran dan perjuangan.

Buku ini menceritakan tentang kisah hidup Merry Riana. Anda tahu siapa Merry Riana? Ia adalah seorang wanita dengan penghasilan 1 juta dolar di usianya yang ke 26 tahun. Sebuah pencapaian yang luar biasa di bidang bisnis.

Merry Riana adalah seorang perempuan yang benar-benar menginspirasi. Bagaimana ia menerima pilihan orangtuanya untuk melanjutkan kuliah di Sungapura selepas SMA dengan berani, kemudian menjalani semua hal yang dilaluinya selama hidup di Singapura tanpa ditemani orangtua dalam usia yang ketika itu masih 19 tahun. Mungkin orang akan berpikir, oh ya jelas dia berani hidup disana sendiri soalnya Singapura kan negeri yang aman dan sangat nyaman. Hey..bacalah buku ini. Saya terharu ketika membacanya, ketika ia bercerita tentang bagaimana ia hidup di Singapura sambil terus memikirkan kedua orangtua dan kedua adiknya di Indonesia yang entah seperti apa kabarnya ketika kerusuhan 1998 melanda. Mereka berdarah Tionghoa. Maka wajarlah kekhawatiran itu terjadi ketika itu. Belum lagi, semua biaya kuliah dan biaya hidupnya yang sangat terbatas selama di Singapura itu semua dananya berasal dari utang. Utang dari bank pemerintah Singapura.

Saya nggak bisa membayangkan bagaimana tegarnya ia kuliah dari pagi sampai sore dan setiap harinya hanya sarapan sebungkus mie instant dan teh hangat. Lalu di siang hari, ketika ia haus ia selalu minum air dari tap water (air keran yang bisa langsung diminum). Sedang untuk makan siang, perutnya hanya diganjal dengan dua lembar roti tawar tanpa embel-embel selai dan sejenisnya. Semuanya itu dilakoninya ketika di masa-masa awal kuliah di Nanyang Technology University dengan jurusan teknik elektro. Dapatkah kalian membayangkannya? Ia melakukan penghematan super itu karena memang ia mengalami keterbatasan ekonomi ketika itu.

Di buku ini, saya menyerap banyak hikmah tentang kehidupan yang harus kita menangkan. Hidup memang penuh tantangan, kendala, dan permasalahan, tapi bukankah itu semua memang disediakan Tuhan agar kita mau belajar dan menjadi lebih baik dari hari ke hari?

Seorang Merry Riana telah membuktikan bahwa titik awal keberhasilan adalah impian.

Ada kutipan menarik yang sangat saya sukai dari buku ini. Kutipan ini merupakan kutipan dari buku yang diberikan Ibunda Merry Riana kepadanya di hari keberangkatannya ke Singapura.

HIDUP adalah suatu tantangan yang harus dihadapi,

perjuangan yang harus dimenangkan,

kesusahan yang harus diatasi,

rahasia yang harus digali,

tragedi yang harus dialami,

kegembiraan yang harus disebarkan,

cinta yang harus dinikmati,

tugas yang harus dilaksanakan,

romantika yang harus dirangkul,

risiko yang harus diambil,

lagu yang harus dinyanyikan,

anugerah yang harus dipergunakan,

impian yang harus diwujudkan,

perjalanan yang harus diselesaikan,

janji yang harus dipenuhi,

kesempatan yang harus dipakai,

persoalan yang harus dipecahkan,

kesulitan yang harus dikalahkan,

rahmat yang harus dipelihara dan dicintai.

^_^ selamat membaca. Maaf ya resensinya kurang lengkap. Huehehehe…

Judul buku: Mimpi Sejuta Dolar

Penulis: Alberthiene Endah

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

2011.

Dibaca sebanyak: 9499 kali.

Keywords

  • kutipan film merry riana

Katanya: Jangan Ambil Pekerjaan Tuhan

Judul di atas mungkin saja terdengar (terbaca) agak kontroversial bagi beberapa orang. Tapi sebagian yang lain mungkin pula menganggapnya biasa.

Judul di atas sebenarnya saya kutip dari perkataan seseorang akibat sebuah topik pembicaraan tentang kerudung hoodie. Teman-teman tahu kan kerudung hoodie? Itu loh model kerudung yang nampak tidak beraturan (pengalas kerudungnya sengaja ditampakkan). Tahu kan? Tahu kan? Pasti tahu kan ya.. soalnya model kerudung itu ngetrend sejak iklannya Blueb**d di bulan puasa yang menampilkan Zaskia AM dan Agus Kuncoro. Nah..model kerudung yang dikenakan Zaskia AM itulah yang disebut kerudung hoodie.

Model kerudung itu tidak hanya sampai disitu. Sekarang juga banyak bermunculan produk gamis hoodie, yaitu gamis yang sudah menyatu dengan kerudungnya (kerudung model hoodie).

Konon, menurut asal sejarahnya, hoodie dulunya merupakan model pakaian para biarawati katolik (selengkapnya bisa dibaca disini). Karena itu, sebagian kalangan berpendapat, yang mengaku umat islam, tidak boleh mencontoh cara berkerudung seperti itu. Sebab dengan mengikuti cara berkerudung seperti itu, artinya sama dengan menyerupai golongan yang dimaksud.

Sedangkan sebagian yang lain berpendapat bahwa justru harus bersyukur bahwa dengan adanya model kerudung yang demikian, jumlah pemakai kerudung semakin bertambah banyak.

Beberapa yang lain berpendapat senada, namun menekankan bahwa urusan men-judge suatu golongan menyerupai golongan lain, itu urusan Tuhan, maka keluarlah statement “jangan ambil pekerjaan Tuhan”.

Tapi benarkah demikian? Benarkah teman-teman kita yang berpendapat bahwa “mereka yang berkerudung hoodie berarti sama saja menyerupakan diri dengan para biarawati” adalah orang-orang yang sedang ‘berusaha’ mengambil pekerjaan Tuhan?

Memangnya pekerjaan Tuhan apa aja? Hehehee..yang tahu lengkap, tolong kasih tahu saya ya.

Intinya sebenernya saya cuma mau bilang……….

Urusan keimanan itu perkara yang sangat sensitif, jadi kalau mau membahasnya harus lebih hati-hati. 😀

Dah ah, sekarang mau lanjut mengerjakan skripsi dulu.

Teman-teman, mohon do’anya yaa mudah-mudahan saya bisa seminar proposal skripsi tanggal 1 Nopember 2011. Besok pagi insya Allah saya mau bertemu pembimbing untuk asistensi skripsi sekalia ijin seminar proposal tanggal 1, mudah-mudahan diperbolehkan (soalnya pembimbing yang satunya dah setuju). 😀

Dibaca sebanyak: 356 kali.

Unique Online Shop

Tadi browsing-browsing nyari buku bekas di online shop. Terus nemu satu online shop yang bikin heran.

Online shop ini unik banget. Biasanya yang namanya online shop bisa diakses 24 jam, alias setiap saat. Tapi online shop yang satu ini beda. Di tengah malam ini, online shop yang satu ini tutup!.. Wah..unik sekali loh.. Jadi seperti toko reguler pada umumnya saja. Hehhee…

Untuk mengecek apakah benar online shop ini tutup pada jam tutup toko pada umumnya, maka saya akan coba cek lagi bentar pagi aja yaa… Sekarang mau tidur dulu. Hihihii..

Dibaca sebanyak: 337 kali.

Make Over

Hari Sabtu biasanya ada jadwal ngaji sama teman-teman, tapi karena Murabbi lagi sakit, jadinya jadwal ngajinya diundur Hari Ahad besok, yang ngisi Liqo pun bukan murabbiku, tapi murabbi pengganti.

Baiklah..hari ini, tadi nyoba utak atik foto sendiri dengan make over online. Hihihii.. Tahu webnya dari katalog-nya Amway yang dikirim ke rumah beberapa hari lalu.

Btw ini foto asli sebelum di-makeover.

Lalu setelah di makeover, hasilnya, ada banyak. Ini beberapa diantaranya:

Versi tanpa Maskara
Ini beberapa hasil make over tanpa maskara.

Netral Lipstick

Polite Lipstick

Polite Lipstick with Bloom Lipgloss

Versi dengan Maskara

Hihihii..ternyata wajah saya jadi agak aneh kalau pakai make-up. 😀
Btw untuk teman-teman yang mau nyoba-nyoba makeover online aja (daripada makeover beneran, yang bikin repot karena harus bersihkan wajah lagi sebelum ubah tatanan make-up dsb), kunjungi aja: www.sehatplus.com/makeover.

Oh ya, btw saya bukan petugas sponsornya web itu yah. Hihihii…

Selamat berakhir pekan!.. ^_^

Dibaca sebanyak: 358 kali.

Keripik Maicih

Siang tadi saya makan siang bersama tiga orang adik tingkat. Sekalian bahas tentang skripsi. Wow..ternyata mereka sudah mulai skripsi juga. Hehhehe..sepertinya saya yang kelamaan di kampus.

Sewaktu di perjalanan menuju tempat makan, adik tingkat saya yang bernama Ifha, menawarkan Keripik Maicih. Dari namanya yang unik dan terdengar seperti bahasa China itu, membuat saya mengira itu keripik impor, dari luar Indonesia. Rupanya memang benar itu keripik impor, tapi impor dari Paris Van Java alias Bandung.

Keripik Maicih adalah keripik yang mempunyai varian 10 level tingkat pedas. Keripik yang paling pedas adalah yang level 10. Saat itu Ifha membawa keripik level 5. Pas pertama kali nyoba, wuih lidah saya agak sedikit kaget, tapi pas lama-lama dimakan ternyata lumayan enak juga. Pedasnya lumayan pas kalau menurut lidah saya. Tapi saya jadi penasaran yang keripik level 10 itu pedasnya seperti apa? Apa mungkin sampai terasa di telinga kali’ yah? Hihihii.. Saya coba pesan di Ifha, pesan keripik level 10, tapi ternyata stok yang ada tinggal nomor 3 dan nomor 5. Ya akhirnya saya pesan yang level 3 dan level 5 saja.

Btw dari bincang-bincang saya bersama adik tingkat tadi siang, ternyata keripik ini punya metode marketing yang sangat unik, sehingga tidak heran jika penjualannya pun laris manis bak kacang goreng. Produk yang konon kabarnya dibanderol seharga Rp 35.000,- di Makassar ini punya cita rasa khas dan kesan ekslusif, sebab produknya agak sulit didapatkan. Kita harus rajin-rajin menengok twitter keripik maicih jika ingin tahu dimana stand mereka sedang “bergentayangan”.

Tidak hanya itu saja yang membuat keripik maicih laris manis. Menurut analisa saya, citra kota Bandung juga turut mempengaruhi penjualan produk ini di wilayah-wilayah luar Bandung. Orang-orang ketika mendengar kata “Bandung”, pasti langsung pikirannya mengarah ke hal-hal kreatif dan unik. Maka ketika mendengar keripik maicih ini dari Bandung, saya pun sempat berpikir bahwa ini produk yang unik, dan punya pangsa pasar tersendiri. Dan ternyata benar, keripik maicih memang punya pangsa pasar tersendiri, yaitu orang-orang pecinta cemilan pedas.

Keripik Maicih yang agak sulit ditemukan, secara tidak langsung mendorong orang-orang untuk terus stay tune untuk mengetahui kapan dan dimana produk tersebut dipasarkan. Soalnya para pemasarnya biasanya nongkrong di tempat tertentu pada jam tertentu pula. Jadi kalau mau beli ya harus datang ke tempat itu. Bisa juga beli via reseller (seperti yang saya lakukan), cuman ya mending kalau Anda tahu siapa-siapa aja resellernya, kalau nggak? Hihihii…ya tetep harus langsung beli di tempat nongkrongnya. Selain itu kalau beli di reseller, biasanya edisinya nggak lengkap. Seperti yang saya tuliskan di atas, saya mau pesan keripik level 10 tapi ternyata stok yang dimiliki reseller hanya tinggal keripik level 3 dan level 5. 😀

Kekurangan Keripik Maicih

Saya baru nyoba Keripik Maicih yang nomor 5, dan berdasarkan hasil analisa lidah saya ini, ada beberapa hal yang menjadi kekurangan produk ini. Tapi ini pendapat pribadi loh yaa.. Soalnya soal lidah, tentu selera tiap orang berbeda-beda. Oke, menurut saya keripik maicih mengandung penyedap rasa yang terlalu banyak.

Pas pertama kali kena di lidah, tidak begitu terasa, tapi beberapa jam setelah makan, sakit kepala langsung menyerang. Saya selalu sakit kepala kalau habis mengonsumsi makanan yang mengandung MSG terlalu banyak.

Mudah-mudahan sakit kepala ini segera sembuh. Hihihii..

Lalu yang kedua yaitu keripiknya agak keras. Kalau menurut saya pribadi, ketebalan keripiknya tidak merata, sebab ada yang masih tebal. Dan yang masih tebal itulah yang terasa agak keras. Selain itu juga terlalu kecil potongan-potongan keripiknya (duhh..banyak protes nih dyah! Hahaha). Coba misalnya potongannya seragam bentuknya dan agak besaran dikit, wow..sepertinya akan lebih mantap.

Teknik Marketing

Menurut saya, teknik marketing yang mereka gunakan sebenarnya adalah teknik marketing tradisional yang sudah disesuaikan dengan perkembangan jaman. Sebenarnya ya, abang-abang penjual bakso, penjual nasi goreng, yang biasa lewat di jalan sekitar rumah kita punya teknik marketing yang sama dengan teknik marketing yang diterapkan oleh Keripik Maicih. Keduanya sama-sama susah ditemui. Kita menanti-nanti mereka lewat.

Namun perbedaan utamanya, seringkali kita sampai capek dan kecewa nungguin tukang bakso yang biasanya lewat ternyata nggak lewat-lewat depan rumah, padahal baksonya enak banget dan kita diantara semua penjual bakso yang lewat, selera kita hanya tertahan pada bakso yang itu saja. Sedangkan untuk Keripik Maicih, konsumen juga sama-sama menanti, tapi lebih tepatnya, konsumen menantikan info penjualnya (penjual Keripik Maicihnya) datang sehingga mereka bisa membeli di waktu yang tepat.

Metode marketing yang diterapkan oleh Keripik Maicih hanya untuk konsumen tertentu saja, yaitu yang memiliki twitter. Adapun selebihnya, ya konsumen yang berteman dengan konsumen lain yang selalu stay tune info Keripik Maicih dari twitter.

Dari sekian bayak orang yang menggunakan internet, berapa banyak yang pakai twitter? Dari sekian banyak yang pakai twitter, berapa banyak yang doyan cemilan keripik pedas? Hihihii..silakan dikira-kira sendiri. 😀

Anyway, tetep salut sama usaha Keripik Maicih ini. Saya pikir teknik marketing mereka cukup bagus, hanya saja seandainya kualitas keripiknya juga lebih bagus, pasti pembelinya lebih banyak lagi.

Makassar, Jum’at, 21 Oktober 2011. 22.35 WITA.

NB: ini foto Keripik Maicih yang saya unduh dari www.gogirlmagz.com

Dibaca sebanyak: 10910 kali.

Keywords

  • msg di maicih

Orang-orang Penuh Hikmah yang Mampir di Kehidupan Kita

Suatu hari saya bertemu dengan seorang kawan lama yang tidak pernah saya lupakan kebaikannya. Bagaimana baiknya ia bersedia mengantarkan saya ke Kota Jogja ketika saya harus mengambil tiket kapal laut yang telah saya pesan untuk mudik sewaktu kelas 2 SMA. Saya tidak tahu bagaimana ia masih mengingat alamat rumah simbah saya yang tentu saja sudah lama tidak ia kunjungi. Saat yang lain begitu sibuk dan mengatakan tidak bisa bertemu, ia dengan senang hati dan antusias mengatakan bahwa ia akan datang ke rumah saya di sela-sela kesibukannya yang begitu padat.

Dulunya saya tidak pernah menganggapnya spesial, sebab dia selalu manja. Hingga suatu hari ia mengalami sebuah kecelakaan yang membuat lengannya, kakinya, dan wajah cantiknya lecet-lecet karena tergores dengan aspal jalan yang kasar di siang yang terik. Saat mendengar berita tentangnya yang kecelakaan, saya dan teman saya langsung ke rumahnya saat itu juga, hanya berselang sekitar satu jam setelah ia kecelakaan. Ia begitu terharu melihat kami berdua datang. Begitu juga dengan ayahnya. Saya malah jadi serba salah. Dan setelah hari itu ia menjadi begitu baik pada saya dan teman saya yang dulu menjenguknya bersama-sama.

Kadang-kadang ketika kita berada di titik terendah, ketika kita jatuh, atau ketika berbagai ujian menempa kehidupan kita…kita belajar dan menilai siapa-siapa saja orang-orang yang benar-benar peduli terhadap kita dan akhirnya menjadi kawan baik kita.

Cerita lainnya.. di suatu hari di masa lalu. Meskipun telah lalu, saya mengambil pelajaran berarti dari anak ini.

Namanya Ryan. Saya mengenalnya sebagai salah satu blogger. Saat itu saya masih semester-semester awal kuliah, dan ia masih SMA kelas 2. Anak itu menderita paru-paru basah yang sudah parah. Tapi ia selalu tersenyum menghadapi semuanya. Pernah suatu hari ia menanyakan sebuah pertanyaan yang membuat tenggorokan serasa tercekat.

“Kak, kalau aku mati, kira-kira orangtuaku gimana ya kak? Apa mereka akan sedih? Soalnya aku ini hanya anak angkat mereka.”

Saya diam sesaat lalu berkata

“Hush..kamu jangan bahas itu ah. Semua orangtua pasti akan merasa sedih dan kehilangan ketika anaknya pergi untuk selama-lamanya. Kamu itu Insya Allah masih panjang umurnya. Kamu kan masih mo kuliah di ITB, masih mo jadi insinyur hebat kan? Jangan pikirin mati dulu ah.” Saya berusaha mengalihkan pembicaraan.

Ia hanya terdiam.

Namanya Ryan. Suatu hari ia lama tak ada kabar sama sekali. Saya mulai khawatir dan bertanya-tanya dalam hati, apakah dia baik-baik saja? Hingga suatu hari smsnya masuk dan mengabarkan bahwa ia sedang di rumah sakit dan akan menjalani operasi beberapa jam lagi. Tapi ia tidak mau memberi tahu ia di rumah sakit mana. Ia hanya memohon dido’akan sebab satu paru-parunya akan diangkat karena sudah sangat parah. Saya terhenyak mengetahui kabar itu.

Selama ia menjalani operasi, saya smsan dan telponan sama sepupunya yang bernama Anastasya. Anastasya banyak bercerita tentang Ryan. Katanya, Ryan sangat menderita dengan penyakitnya, dan sebenarnya Anastasya sendiri berharap Ryan segera sembuh atau kembali ke Tuhan saja jika memang Tuhan ingin memanggilnya. Anastasya menangis ketika kami berbicara di telepon di hari itu. Saya tidak konsen di dalam kelas dan memilih pulang cepat (padahal biasanya singgah dulu di himpunan untuk bersosialisasi alias ngobrol-ngobrol), pulang untuk shalat mendo’akan Ryan yang ketika itu ada di ruang operasi.

Ketika itu saya sempat bertanya-tanya kepada Tuhan,

“Tuhan, hikmah apa yang ingin Engkau berikan untukku dari peristiwa ini?”

Dan ternyata memang sangat banyak hikmah yang saya dapatkan. Pelajaran tentang hidup yang sangat berarti dan harus senantiasa disyukuri.

Saya belajar banyak dari anak itu. Bagaimana ia berusaha berjuang keras melawan penyakitnya. Bagaimana ia berusaha untuk terus ke sekolah meskipun keluarga dan dokter melarangnya. Bagaimana ia masih bisa tertawa sambil menahan rasa sakit di dadanya yang seringkali menyebabkan napasnya menjadi sesak. Dan yang utama, bagaimana ia berusaha membuat hidupnya lebih berarti meskipun ia tak pernah tahu siapa orangtua kandungnya.

Mengingat semua itu membuat saya merasa sangat bersyukur atas segala hal yang Allah SWT berikan pada kehidupan yang saya jalani sejak lahir hingga detik ini.

Makassar, 20 Oktober 2011, Kamis, 15.35 WITA. Masih di himpunan dengan orang-orang yang semakin bertambah jumlahnya.

Dibaca sebanyak: 56804 kali.

Dinamika itu bernama Kehidupan

Siang ini saya ke kampus seperti biasanya dengan menggunakan angkutan umum yang biasa disebut pete-pete. Saat melewati perempatan di bukit baruga di Antang, saya melihat 3 orang anak kecil duduk-duduk di pinggir jalan yang berhiaskan kemacetan. Tiga orang anak-anak itu duduk-duduk di pinggir jembatan, bermain-main memukul-mukul besi bekas yang ada di dekat mereka. Mereka berusia sekitar 9 tahun. Tampak kotor, lusuh, namun tersenyum. Saya tidak mengerti apa yang mereka perbincangkan karena suara mereka tertutupi oleh keriuhan suara klakson-klakson kendaraan. Mereka santai saja duduk di pinggir jalan, meskipun debu-debu berterbangan. Mereka tampak bahagia.

Di sisi lain, di hari yang lain. Ketika itu sore yang padat menghiasi jalan-jalan utama di Kota Makassar. Saya menaiki angkot yang penuh. Sampai-sampai harus duduk sempit-sempitan. Inilah angkot (pete-pete), tempat dimana kau tidak akan pernah bisa protes ketika kulit penumpang lain berdempetan dengan bajumu. Tempatmu berbagi space dengan orang-orang untuk tujuan yang sama. Saat itu dua orang ibu muda naik ke angkot ini. Dari penampilannya yang modis dan barang-barang bermerek yang melekat di tubuh mereka, nampaklah bahwa mereka bukan dari golongan menengah ke bawah. Mereka berdua bercerita heboh selama di angkot. Sedangkan penumpang yang lain hanya diam, mungkin letih setelah seharian beraktivitas.

Angkot yang kami tumpangi pun melalui sebuah sungai di jalan abdesir. Di sungai yang keruh itu, tampak anak-anak berusia sekitar 7 tahun bermain-main. Seolah-olah mereka tidak peduli bahwa air itu kotor, dari warnanya saja sudah terlihat seperti susu coklat. Tapi mereka tampak bahagia. Tertawa-tawa dan saling ciprat-cipratan air.

Dua orang ibu muda itu berkomentar

“Iiihh..kotor banget airnya” Ibu A berkomentar.

“Iya tuh kotor banget. Kalau anak saya yang disitu,mungkin besoknya dah masuk rumah sakit. Hahaa.” Ibu B menanggapi.

“Ya..tergantung anaknya Bu. Mungkin anak ibu bakal sakit karena tidak terbiasa. Tapi bagi kami yang orang terbatas seperti ini, sungai keruh itu sudah menjadi sarana hiburan gratis yang menyenangkan bagi anak-anak kami.” Seorang Ibu muda lain yang ada di pete-pete dan duduk di belakang supir ikut berkomentar. Ibu itu tampak menggunakan pakaian lusuh yang tampak berbeda 180 derajat dengan kedua ibu-ibu modis.

Kedua ibu-ibu modis tampak biasa-biasa saja, sedangkan penumpang lain ekspresi wajahnya tampak tak biasa setelah mendengar ibu itu berkomentar.

Hidup membuatmu belajar banyak hal. Tentang warna, tentang udara, dan tentang apapun yang kita nikmati dalam kehidupan. Ada begitu banyak cerita unik dari orang-orang unik. Tiap orang unik, berbeda satu sama lain.

Sesungguhnya kita dibentuk dari pengalaman-pengalaman kita, lingkungan-lingkungan kita, dan berbagai pilihan-pilihan yang kita tentukan. Kita bebas memilih menjadi apapun dan bersikap apapun, namun tetap harus menghormati perbedaan yang lain.

Perbedaan-perbedaan itu menciptakan dinamika-dinamika yang menandakan masih adanya kehidupan, dan indahnya kehidupan. Saya menjalani hidup dengan menikmati setiap proses dan setiap dinamika yang ada. Bagaimana denganmu? 🙂

Makassar, Kamis, 20 Oktober 2011, 14.48 WITA. Di himpunan yang penuh dinamika. Menyaksikan adik-adik tingkat yang nonton film korea, tidur, dan bercerita tentang tugas-tugas mereka di kelas.

Dibaca sebanyak: 403 kali.

Menteri Baru, Struktur Baru, dan Semoga Harapan Baru

Menteri-menteri baru untuk Kabinet Indonesia Bersatu jilid II telah dilaksanakan pelantikannya kemarin. Sejumlah nama-nama lama masih tetap menghiasi, hanya berganti posisi saja dengan nama yang lain. Lalu ada juga nama-nama baru yang datang menghiasi struktur KIB jilid II, nama-nama baru dengan kompetensi yang tentu saja insya Allah tidak kita ragukan lagi. Selain itu ada dua nama yang harus hengkang (kayak personil group band aja. Hihihii) dari struktur KIB jilid II, yaitu Patrialis Akbar dan Muhammad Fadel.

Reshuffle struktur KIB jilid II ini, banyak yang bilang membuat struktur jadi lebih gendut. Sebenarnya kalau kita cermati dari sisi lain, struktur yang jadi lebih gendut ini menandakan bahwa Pak Presiden kita berupaya menginvestasikan lebih (menambah jumlah SDM di kementrian), dan tentu saja dengan harapan kelak akan menghasilkan return yang besar pula.

Agak heran saja kenapa saat nonton tv kemarin sore, pas ada bagian wawancara ke masyarakat, semua yang diwawancarai kalau reshuffle ini nggak ada gunanya. Padahal secara logis, yang namanya investasi ya tidak mungkin diketahui berapa besar returnnya saat ini juga ketika “investasi” itu sendiri baru “ditanam”. Mungkin masyarakat kita sudah terlalu pesimis terhadap pemerintahan sekarang. Entahlah,.

Btw terkait reshuffle ini, ada dua respon berbeda antara Patrialis Akbar dan Muhammad Fadel. Respon berbeda karena pemicu penyebab timbul responnya juga tentu berbeda. Namun ada satu pernyataan menarik saat nonton TV kemarin, ketika Patrialis Akbar diwawancarai, beliau mengatakan

“Untuk masyarakat, jangan terlalu mudah mencaci-maki Presiden, sebab jadi Presiden itu tidak mudah. Presiden kita selalu mengupayakan yang terbaik”

Saya sepakat dengan statement beliau yang mengatakan “jangan terlalu mudah mencaci-maki Presiden”, tapi di sisi lain diri saya juga ada suara-suara yang mengatakan “ya siapa suruh jadi presiden?”. Hahhaaa.. 😀

Iya jadi presiden tentu tidak mudah. Ibarat memakan buah simalakama, ambil keputusan A ataupun B, sama-sama ada yang dikorbankan. Belum lagi proses-proses politik yang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara kita ini. Setiap keputusan-keputusan yang kita lihat dilaksanakan, semuanya itu merupakan produk-produk politik, yang lahir dari hubungan tarik-menarik kepentingan. Jadi kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan seseorang atas sebuah keputusan hasil produk politik, ini pendapat saya pribadi ya, pendapat yang lain tentu berbeda.

Yang jelas sekarang, semoga “investasi-investasi” yang ditanam oleh pemimpin kita, dapat benar-benar menghasilkan “return” yang sebanding, atau kalau perlu, semoga dapat menghasilkan “return” yang amazing, yang benar-benar membawa perubahan terhadap kondisi bangsa dan negara di masa yang akan datang.

“Ketika gelap berada di sekelilingmu, maka nyalakan cahaya dalam hatimu agar kau tidak tersesat dalam kegelapan” (quote sederhana yang kubuat khusus untuk menyemangati diri sendiri, bahwa harapan akan selalu ada jika kita menginginkan harapan itu dan mengusahakannya, meskipun usaha yang mampu kita lakukan hanya dalam bentuk do’a).

Semoga..

Dibaca sebanyak: 896 kali.

Kulit Kering dan Eksim

“Halo Sist!.. Tangannya kenapa?” Pak Dokter menyapa.

Sisca tampak menggaruk sikunya yang tampak kering.

“Stop!.. Jangan digaruk.” Dokter melarang Sisca menggaruk tangannya yang kering.

Lalu meletakkan sebuah alat yang menggambarkan aktivitas kuman-kuman pada kulit kering, kemudian Pak Dokter menganjurkan Sisca menggunakan sabun yang dibawanya.

Anda tahu kan itu iklan apa?

Hehehee…tulisan ini bukan tulisan analisa iklan dalam perspektif ekonomi. Tapi hanya sedikit membahas tentang kulit kering dan risiko-risikonya berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Saya termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang kulitnya tergolong kategori kulit kering. Kulit yang kering memang cenderung lebih mudah diserang kuman-kuman dan bakteri. Dan saya pernah mengalami eksim karena itu. Menurut dokter, kulit saya kering dan hal itu yang menyebabkan eksim muncul. Jadi, bukan bermaksud menakit-nakuti, ini hanya untuk berbagi info saja kok. 🙂

Bicara tentang eksim, di tulisan ini saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman saya di tahun 2008. Sewaktu itu eksim saya muncul, dan dalam kondis yang lebih parah dari sebelum-sebelumnya (kuku-kuku saya juga sampai terkena eksim). Saya sendiri juga tidak tahu kenapa bisa begitu. Berdasarkan hasil konsultasi saya sama dokter, katanya kulit saya kering dan bakteri-bakteri menyerang ketika kulit saya dalam kondisi kering dan pertahanan tubuh juga buruk. Saya jadi flashback, mengingat kembali apa saja sih kebiasaan buruk saya sehingga eksim itu muncul lagi? Berikut detilnya.

1. Terlalu banyak aktivitas, tapi kurang minum air putih.

2. Malas makan buah.

3. Makan selalu terburu-buru dan tidak teratur.

4. Terlalu banyak makan junk food dan fast food (karena aktivitas di luar, jadi makan di luar).

5. Kurang tidur (tidur jam 4 pagi, bangun jam setengah 6).

6. Kurang olahraga.

7. Sering terkena debu karena kebanyakan aktivitas di luar (outdoor).

8. Jarang puasa.

Cukup delapan poin saja, sudah dapat disimpulkan bahwa wajarlah jika eksim itu datang menyerang. Dengan kata lain sebenarnya eksim itu datang sebagai konsekuensi karena saya yang telah dzalim terhadap kondisi tubuh (terutama kulit) saya sendiri.

Di waktu pengobatan itu, dokter memberi saya beberapa resep antibiotik untuk mengurangi rasa gatal, salep sebagai obat luar, dan beberapa vitamin yang berupa butir-butir ukuran besar nan pahit. Apakah saya sembuh? Alhamdulillah..

1. Saya mengkonsumsi semua obat dan vitamin itu sampai habis lalu kontrol lagi ke dokter.

2. Saya menghindari makan ayam potong (ayam ras) dan berusaha membatasi diri dalam mengonsumsi telur ayam ras, menghindari mie instant, terasi, dan udang. Sebab tangan saya selalu terasa gatal di beberapa jam kemudian setelah mengonsumsi makanan-makanan tersebut (dan ini berarti saya memang alergi terhadap zat tertentu yang terkandung dalam makanan itu).

3. Melakukan terapi air putih. Saya minum air putih sebanyak-banyaknya setiap hari berturut-turut selama sebulan, soalnya menurut buku yang saya baca, terapi air putih bermanfaat untuk melancarkan proses detoksifikasi alamiah yang dilakukan oleh tubuh.

4. Makan buah yang banyak mengandung air. Mungkin saya orang aneh, soalnya saya tidak begitu doyan makan buah. Hihihii..tapi saya benar-benar memaksakan diri ketika itu.

5. Banyak berpuasa. ^_^

6. Berdo’a pada Allah agar penyakit disembuhkan.

7. Banyak-banyak bersedekah (bukan sekedar sedekah duit, tapi berbuat baik kepada sesama juga sedekah).

8. Menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.

Delapan poin yang menurut saya lewat jalur-jalur itulah Allah memberi kesembuhan. 🙂 Mungkin bagi sebagian orang, poin 5 sampai 8 itu tidak masuk akal. Tapi bagi saya, justru poin 5-8 adalah poin yang paling masuk akal, karena tanpa poin 5-8 maka poin 1-4 hanya sia-sia belaka.

Satu hal yang saya yakini yaitu hal-hal yang tidak terukur secara kuantitatif dan kasat mata, seringkali adalah hal-hal yang punya nilai besar terhadap kehidupan kita.

Jadi untuk yang punya kulit kering, yuk jaga dan rawat kulit kita agar tidak terkena penyakit semacam eksim dsb. 😉

Dibaca sebanyak: 53083 kali.

Keywords

  • pengalaman eksim
  • pengalaman sembuh dari penyakit kulit
  • berapa lama eksim dapat sembuh dengan kunyit
  • eksim di pinggir susah sembuh kering
  • eksim sembuh
« Older Entries