Monthly Archives: September 2012

Mencicipi Coto Makassar di Tanah Jawa

Yup!.. Saya sedang di Jogja dan sudah di Jogja sejak 13 September 2012 lalu. 🙂 walaupun dalam tubuh saya ada darah Jogjanya, tetap saja lidah nggak bisa bohong (haiahh..iklan!.. :p), saya tetap mencari yang namanya Coto Makassar!… ^_^ haduh..rasanya hidup hampa begimanaaa gitu ya kalo nggak makan coto dalam waktu beberapa pekan. 😀

Ketika itu saya baru pulang dari UTY, hendak ke kost teman saya di purwanggan. Saat turun bis, saat melihat warung pinggir jalan, kalau nggak salah inget namanya Tenda Maccora. Dari namanya dah keliatan Makassar banget. Apalagi distu juga tertera kalau menyediakan coto makassar, Read more »

Dibaca sebanyak: 470 kali.

Keywords

  • toko afiqah ol shop

Susu Tante

SUSU keTAN TEh_ di RM.Damang

Eits… jangan salah dulu baca judulnya. Hehehe.. susu tante itu singkatan dari susu ketan teh. 🙂 Makanan yang satu itu bisa dibilang semacam dessert gitu. Dinikmati sebagai cemilan sore juga bisa, atau sekedar sebagai makanan pendamping saat kongkow-kongkow sama teman.

Hari itu saya berkesempatan mencicipi susu tante di RM. Damang Makassar, letak lokasi persisnya yaitu di kawasan ruko NTI. Pinggir jalan besar kok, jadi mudah saja menemukannya. 🙂 Saya mencicipi susu tante bersama kawan-kawan dari Macca Enterpreneur (ME) Community, yaitu komunitas wirausahawan muda Makassar. Read more »

Dibaca sebanyak: 23081 kali.

Keywords

  • Susu tante
  • foto susu tante
  • suka susu tante

Cara Menghindari Kejenuhan Belajar

Wah dah lama banget nggak nulis di blog. Hehehe.. karena beberapa aktivitas (alesan.com) 😀 kali ini mo nulis aja tentang cara menghindari kejenuhan belajar berdasarkan pelajaran yang didapetin dari ustadz.

Jadi, bagi yang sering jenuh (yang nulis juga nih .. hihihii). Berikut cara-cara menghindari kejenuhan dalam belajar.

1. Cari manfaat tentang apa yang akan diperoleh dari mempelajari hal tersebut.

Jika kita tidak tahu hendak kemana, paling tidak kita tahu mengapa kita mempelajari hal tersebut. Apa manfaat mempelajari hal tersebut. Jika belum tahu, usahakan untuk mencari tahu, agar tidak pernah ada pikiran bahwa “saya belajar ini buat apa sih?” atau “kayaknya nggak berguna deh saya pelajarin hal ini”. Hal ini penting. Sebab jika tidak mengetahui apa manfaat dari hal yang dipelajari, bisa-bisa kejenuhan akan melanda dengan mudahnya.

2. Lakukan belajar dengan perasaan senang dan kreatif.

Melakukan sesuatu dengan perasaan senang tentu akan menjadi lebih menyenangkan. Apapun yang dipelajari dengan melibatkan perasaan-perasaan senang tentu akan lebih melekat di ingatan.

3. Pandang guru dari sisi positifnya.

Guru adalah manusia biasa, yang tentu saja kadang-kadang khilaf melakukan kesalahan. Jadi, cukup ambil sisi positifnya saja. Sisi negatifnya tidak perlu ditiru.

4. Anggap belajar yang dilakukan sebagai suatu keperluan yang mendesak.

Nah, satu ini nih yang sangat penting. Kadang-kadang kita (kita??? loe aja kaleee’.. :D) menunda belajar atau ogah-ogahan belajar karena menganggap apa yang kita pelajari manfaatnya masih jauh atau merasa masih belum perlu mempelajarinya sekarang.

5. Sering-sering melakukan diskusi, apalagi diskusinya di tempat terbuka.

Kegiatan diskusi ini sangat bermanfaat agar kita nggak hanya jadi “katak dalam tempurung”. Seseorang boleh saja pandai, cerdas, namun jika tidak pernah berdiskusi untuk sharing pengetahuan dengan orang lain, apalah artinya? Bagaimana bisa ia mengetahui bahwa apa yang dipelajarinya belum lah ketinggalan waktu (sebenernya mo pake istilah ketinggalan jaman, cuman kejauhan :D) ?

Oke, demikian 🙂 semoga dapat bermanfaat bagi semuanya, terutama untuk diri saya sendiri.

^^ have a nice day!… 🙂

Dibaca sebanyak: 359 kali.

Adab Menuntut Ilmu

Dalam menuntut ilmu, ada adab-adab yang perlu untuk kita perhatikan agar ilmu yang kita peroleh dapat mendatangkan manfaat bagi kita. Adapun adab-adab menuntut ilmu (terutama ilmu agama) menurut penjelasan ustadz saya beberapa waktu lalu.

 

1. Ikhlas

Menuntut ilmu itu hendaknya karena Allah SWT, bukan karena mengharapkan hal lain. Jadi ikhlas itu dimulai dari niat, saat proses, dan terus menerus hingga akhir.

2. Berusaha dan bertawakkal

Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan menghindari kejenuhan.

3. Menjauhi maksiat

Ilmu itu cahaya. Cahaya tidak akan bisa masuk ke dalam diri kita apabila diri kita senantiasa diselimuti oleh najis-najis dosa.

4. Memilih teman yang sholeh

Lingkungan akan turut mempengaruhi kita dalam menuntut ilmu. Memilih teman yang sholeh maksudnya yaitu teman yang selalu bersedia mengingatkan yang benar ketika kita khilaf.

5. Perbanyak dzikir

6. Menjaga kehormatan

7. Do’a dan ridho orangtua

8. Menghormati guru

9. Mengamalkan ilmu yang sudah dipelajari

 

Demikian. Semoga bermanfaat. Maaf nggak dijabarin semuanya. 😀

 

 

Dibaca sebanyak: 552 kali.