Monthly Archives: April 2013

Review Buku Etika Membaca Al Qur’an

Buku Etika Membaca Al Qur'anSalah satu dari dua warisan utama yang ditinggalkan oleh Rasulullah Muhammad SAW sebelum wafat yaitu agar umat muslim tetap berpegang pada Al Qur’an. Al Qur’an merupakan kitab suci umat Islam, berisi firman-firman Allah SWT yang berfungsi sebagai pedoman bagi umat muslim dalam menjalani kehidupan.

Al Quran sebagai kitab suci memegang peranan penting di kehidupan umat muslim. Membacanya insya Allah akan memperoleh pahala, mengajarkannya juga insya Allah akan memperoleh pahala. Karena sifatnya yang suci, maka perlakuan seorang muslim dalam membaca Al Qur’an tentu tidak sama dengan perlakuannya saat membaca koran ataupun buku.

Di buku ini, dibahas beberapa etika sebelum, saat, dan seusai membaca Al Qur’an. Beberapa etika membaca Al Qur’an yang dibahas dalam buku terbitan Pustaka eLBA ini yaitu:

1. Ikhlas ketika belajar dan membaca Al Qur’an.

Membaca Al Qur’an merupakan bagian dari ibadah, dan setiap ibadah yang dilakukan haruslah ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. Adapun yang dimaksud dengan ikhlas ketika belajar dan membaca Al Qur’an yakni bertujuan membaca dan mempelajari Al Qur’an hanya karena Allah SWT, bukan karena ingin dipamerkan ke manusia lain, ataupun bukan untuk tujuan ingin disebut sebagai orang sholeh.

 2. Mengamalkan Al Qur’an

Bagaimana cara mengamalkan Al Qur’an? Di Buku Etika Membaca Al Qur’an ini disebutkan bahwa yang dimaksud dengan mengamalkan Al Qur’an yaitu dengan cara menghalalkan apa yang dihalalkan Al Qur’an, mengharamkan apa yang diharamkannya, berhenti pada larangannya, melaksanakan perintahnya, mengamalkan ayat-ayat muhkamatnya, mengimani ayat-ayat musyabihatnya, dan menegakkan batasan-batasannya. Mengapa demikian? Sebab isi Al Qur’an adalah firman-firman Allah SWT.

3. Disunnahkan membaca isti’adzah dan basmalah sebelum membaca Al Qur’an

Isti’adzah yaitu bacaan “a’audzu billahi minasy-syaithani ar-rajiiim” yang artinya Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Faedah membaca isti’adzah adalah agar syaitan jauh dari hati orang yang bersangkutan, sementara ia membaca Kitab Allah. Sehingga ia bisa merenungkan Al Qur’an, memahaminya, dan mengambil manfaat daripadanya.

4.  Disunnahkan membaca ayat tasbih ketika membaca ayat tasbih, memohon perlindunganNya ketika membaca ayat azab, dan memanjatkan permohonan kepadaNya ketika membaca ayat rahmat.

Demikian paparan beberapa etika membaca Al Qur’an yang ada di dalam buku ini.

Buku saku setebal 126 halaman ini berisi ulasan 22 etika membaca Al Qur’an. Buku ini ringan, mudah dibawa kemana-mana, dan dapat dibaca kapan saja. Jika ingin tahu lebih lanjut apa saja etika-etika yang lain dalam membaca Al Qur’an, maka bacalah buku ini. 🙂 Identitas bukunya sebagai berikut.

Judul Buku: Etika Membaca Al Qur’an

Penulis: Fuad Abdul Aziz Asy-Syalhub

Penerjemah: Najib Junaidi

Penerbit: La Raiba Bima Amanta (eLBA)

Cetakan Ketiga, Oktober 2009

Semoga bermanfaat!.. 🙂

Dibaca sebanyak: 12412 kali.

Sistem Pembayaran Tunai Bank Indonesia

kartal money

Dalam perekonomian, terkhusus bidang perbankan dan keuangan, ada yang disebut dengan sistem pembayaran? Apakah sistem pembayaran itu? Berdasarkan definisi dari web Bank Indonesia, sistem pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Ketika sedang membahas sistem pembayaran Bank Indonesia, maka berarti kita membahas sistem pembayaran yang punya dampak secara makro terhadap perekonomian Indonesia karena salah satu tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral yaitu mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Sistem pembayaran yang dikelola oleh Bank Indonesia ada 2 yaitu sistem pembayaran tunai dan non tunai. Sistem pembayaran tunai terdiri dari distribusi & layanan kas (DULK) dan pengolahan uang (PU). Sedangkan sistem pembayaran non tunai terbagi atas accounting dan kliring.

Secara sederhana, pointnya seperti ini:

1. Tunai

  • Distribusi Uang dan Layanan Kas (DULK)
  • Pengolahan Uang (PU)

2. Non tunai

  • Accounting
  • Kliring

Kali ini kita membahas sistem pembayaran tunai.

 

Distribusi Uang dan Layanan Kas (DULK)

DULK adalah salah satu bagian dari Bank Indonesia yang menyediakan layanan umum, layanan, khusus, dan layanan tambahan bagi para nasabahnya (nasabah BI tentu saja adalah bank-bank umum dan masyarakat umum). Layanan umum sendiri mencakup setoran bank, penarikan bank, dan penukaran uang. Kemudian layanan khusus cakupannya yaitu remisi atau pengiriman uang, lalu layanan tambahan lainnya yaitu menyediakan kas keliling untuk menarik uang tidak layak edar dari masyarakat & mengedarkan uang yang layak. Jadi intinya, segala hal yang terkait distribusi uang secara fisik merupakan tugas unit DULK di Bank Indonesia.

FYI, bicara soal distribusi uang, menurut Pak Tubagus (salah satu pegawai BI Makassar bagian DULK) tahun 2010 mengatakan bahwa jaman dulu bank-bank menyetorkan semua uangnya ke Bank Indonesia dan BI lah yang memilah serta menyortir antara uang layak dan tidak layak. Namun sejak tahun 2007, bank-bank umum tersebut sendiri lah yang menyortir kemudian menyetor sendiri uang lusuh tidak layak edar tersebut ke Bank Indonesia untuk digantikan dengan uang layak.

Secara teknis, uang-uang tidak layak edar tersebut dibungkus. Tiap bungkus berisi 10 pack, dan tiap pack berisi 100 lembar.

Nah.. sekarang mulai tahu dikit kan tentang pentingnya keberadaan Bank Sentral.. Gimana? Lanjut yaa…

 

Pengolahan Uang

Pengolahan Uang (PU) juga merupakan bagian dari sistem pembayaran tunai. Tanpa adanya pengolahan uang, bisa-bisa sampai hari ini uang-uang tidak layak edar masih bertebaran memenuhi kegiatan transaksi ekonomi para penduduk Indonesia. Hehhehe.

Dalam pengolahan uang, ada 3 tahapan yaitu:

1. HUM (Hitung Uang Manual)

Uang-uang yang telah diterima Bank Indonesia dari bank-bank umum maupun masyarakat, dihitung secara manual. Dalam proses HUM, minimal ada 3 orang yang terlibat, yakni terdiri dari 1 orang pejabat BI dan 2 orang kasir BI. Proses ini juga direkam oleh cctv dari berbagai arah dan dibuatkan berita acara (sehingga ada catatan resmi mengenai berapa total jumlah uang yang diagendakan untuk dimusnahkan pada saat itu).

2. MSUK (Mesin Sortir Uang Kertas)

Setelah proses HUM selesai, maka proses selanjutnya yaitu uang-uang tersebut masuk di MSUK (Mesin Sortir Uang Kertas). MSUK sendiri mempunyai 3 fungsi yakni: mengecek palsu tidaknya uang; memilah antara uang layak dan tidak layak; serta memusnahkan uang.

3. MRUK (Mesin Racik Uang Kertas)

Dari MSUK, uang-uang tersebut kemudian masuk di MRUK (Mesin Racin Uang Kertas). Fungsi MRUK ini yaitu menghancurkan uang kertas menjadi serpihan-serpihan kecil. Mesin ini mampu menampung 500-600 ikat/pack uang kertas (yang kisaran beratnya sekitar 5 kwintal), bisa kebayang nggak kira-kira mesinnya seperti apa? Saya juga belum pernah lihat. Hehehhe.. karena ruangan MRUK sendiri sangatlah steril.

Nah, uang-uang yang sudah dihancurkan oleh MRUK, nantinya akan berbentuk serpihan-serpihan, dan oleh mesin tersebut dipadatkan menjadi semacam bulatan-bulatan atau lebih mirip tabung pendek gemuk (kayak kue putu nangis tapi lebih gemuk).  Kalau bingung membayangkannya, lihat aja pict di bawah ini. Kepalan-kepalan ini dikemas di plastik dan siap untuk dihantarkan ke tempat pembuangan akhir sesuai yang telah dijadwalkan.

uang sudah dihancurkan

Sekarang jadi lumayan tahu kan tentang peranan Bank Indonesia dalam sistem pembayaran tunai.. 🙂

Semoga bermanfaat readers!… ^_^

 

*Source of illustration pict is here and here.

** Tulisan di atas disarikan dari catatan pribadi penulis sewaktu magang di KBI Makassar tahun 2010, ditambah beberapa informasi dari website resmi Bank Indonesia.

*** Versi ringkasnya diposting di kompasiana.

 

Dibaca sebanyak: 2298 kali.

Keywords

  • proses pembayaran uang tunai melalui kas
  • pertanyaan mengenai bank unit sistem pembayaran pada bank indonesia
  • sistem pembayaran tunai pada Bi

Panggilan Tuhan

ID-10057246

Apa yang kamu rasakan ketika ada seseorang yang memanggilmu? Merasa dikenal? Tentu saja. Merasa diperlukan? Tentu saja.

Itu baru rasanya ketika manusia yang memanggil. Bagaimana jika Tuhan yang memanggil? Tentu rasanya jauh lebih dahsyat.

Beberapa waktu yang lalu, penulis mendapatkan wawasan pengetahuan tentang 3 panggilan Allah SWT di kehidupan manusia, dari seseorang. Di tulisan kali ini penulis ingin coba membagikan 4 panggilan Allah SWT dalam kehidupan manusia khususnya seorang muslim (berdasarkan wawasan yang diperoleh dari orang lain tsb plus hikmah yang diperoleh dari lingkungan sekitar).

4 (empat) panggilan Allah SWT dalam kehidupan manusia khususnya bagi seorang muslim:

1. Panggilan untuk beriman

Iman adalah karunia. Sebuah anugrah dari Allah SWT kepada hamba-hambaNya. Tidak semua manusia mendapatkan karunia keimanan dari Allah SWT, namun ketika seseorang telah memperoleh karunia keimanan, maka hatinya akan selalu diliputi tentang Allah SWT.

2. Panggilan untuk melaksanakan shalat

Setelah seseorang beriman dan menyatakan diri menjadi seorang muslim sesuai syariat, tentu salah satu poin penting yaitu apakah ia sudah melaksanakanperintah Allah SWT? Salah satu perintah Allah SWT yaitu mendirikan shalat. Dan adzan adalah seruan untuk mendirikan shalat. Melalui adzan yang dikumandangkan oleh para muadzin secara tidak langsung adalah panggilan untuk menghadap Allah SWT, untuk curhat banyak hal terhadapNya. Hanya orang-orang yang beriman kepada Allah SWT yang mau memenuhi panggilan itu.

3. Panggilan untuk berhaji

Seperti halnya panggilan shalat, melaksanakan ibadah haji juga merupakan panggilan Allah SWT. Betapa banyak muslim yang memiliki harta berlimpah namun belum mau jua melaksanakan ibadah haji. Pun sebaliknya, betapa banyak pula muslim yang berada dalam kondisi keterbatasan namun berkesempatan ke baitullah untuk melaksanakan ibadah haji.

4. Panggilan untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan

Panggilan paling akhir dan paling monumental dalam kehidupan manusia yaitu panggilan Allah SWT pada manusia untuk menuju tahapan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya, atau kematian. Setiap yang hidup pasti akan mati, namun kita tidak pernah tahu kapan waktu itu datang. Yang kita tahu hanyalah, ketika panggilan itu datang, kita tidak bisa menolaknya, kita tidak bisa memilih untuk menghindarinya.

Demikian 4 panggilan Allah SWT dalam kehidupan seorang muslim.

Panggilan untuk beriman, panggilan shalat, dan panggilan untuk berhaji masih punya kemungkinan untuk dihindari (atau dengan kata lain, tidak melaksanakannya). Sedangkan panggilan yang keempat dari Allah SWT (kematian) adalah panggilan yang tidak bisa kita hindari, satu detikpun.

Untuk itu, sebelum panggilan yang keempat hadir di hadapan kita, alangkah baiknya kita memenuhi ketiga panggilan yang lain terlebih dahulu, dan terus menerus memperbaiki diri dari hari ke hari.

Semoga kita kelak menemuni ajal dalam keadaan khusnul khotimah, dalam keadaan yang baik dengan sebenar-benarnya iman dan sebenar-benarnya islam. Amiien Allaahumma amiien..

*catatan ini ditulis sebagai pengingat sendiri bagi si empunya blog.

** source pict here

Dibaca sebanyak: 89802 kali.

Belajar Probabilitas dengan Metode Learning by Doing

001243

Di acara Belajar Metodologi Penelitian Bareng DR_Consulting dan MIB yang diadakan Ahad 3 Maret 2013 lalu, saya berkesempatan mendapatkan wawasan baru dari salah seorang peserta kegiatan. Salah satu hal menarik yaitu cerita tentang buku bodo. Buku bodo adalah sebuah buku pedoman yang digunakan masyarakat desa untuk menentukan pilihan nomor togel yang akan mereka pasang.

Cerita tentang buku bodo tersebut, diceritakan langsung oleh B, seorang alumni jurusan Akuntansi dari salah satu universitas di Makassar, seorang putra asli tanah Maluku Tenggara, tidak jauh dari Kota Tual katanya.

Selain bercerita tentang buku bodo, dia juga cukup banyak bercerita tentang Maluku, tentang sebuah kawasan yang selama ini hanya saya ketahui dari pelajaran geografi di sekolah.

Tulisan tentang buku bodo ini selengkapnya bisa dibaca di sini.

*pict modified from freedigitalphotos.net

Dibaca sebanyak: 22511 kali.

Keywords

  • metode pembelajaran probabilitas
  • metode pembelajaran togel

Finding Meaning

Terkadang, kita perlu melakukan spontanitas perjalanan untuk menemukan makna yang selama ini belum pernah kita temukan.

Terkadang, kita perlu bertemu dengan orang-orang yang dulunya sungguh tak pernah ingin kita temui lagi, untuk menemukan makna dari pertemuan yang kesekian kali di waktu berbeda itu.

Terkadang, kita perlu membebaskan diri kita… Untuk menemukan sesuatu yang kita sebut sebagai MAKNA.

Dibaca sebanyak: 453 kali.