Monthly Archives: May 2013

Migrasi di Teori Ekonomi SDM

ID027993Migrasi merupakan salah satu pembahasan penting di ekonomi sumber daya manusia ataupun persoalan demografi/kependudukan. Definisi dari migrasi (mengutip dari web datastatistik-indonesia) adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Atau secara sederhana, migrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain pada suatu periode tertentu. Intinya: move on. 😀

Menurut letak wilayah tujuannya, migrasi terbagi menjadi 3, yakni:

1. Migrasi lokal

Migrasi lokal yaitu migrasi yang dilakukan dalam satu propinsi saja. Migrasi ini biasanya terjadi antar kota dalam satu propinsi. Misalnya bermigrasi dari Bogor ke Bandung, atau dari Makassar ke Tana Toraja.

2. Migrasi regional

Migrasi regional adalah perpindahan penduduk dari suatu propinsi ke propinsi lainnya. Misalnya dari Makassar (Sulawesi Selatan) ke Manado (Sulawesi Utara).

3. Migrasi internasional

Migrasi regional merupakan perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Ada yang disebut imigrasi, ada juga yang disebut emigrasi. Imigrasi yaitu ketika seseorang memasuki suatu negara lain yang hendak didiaminya, sedangkan emigrasi yaitu ketika seseorang meninggalkan sebuah negara tempat ia pernah tinggal.

Masih terkait persoalan migrasi, migrasi juga terbagi-bagi menurut waktu lamanya migrasi itu dilakukan.

  1. Migrasi seumur hidup (live time migration) yaitu migrasi yang dilakukan selama lebih dari 5 tahun terakhir / meninggalkan tempat kelahiran lebih dari 5 tahun terakhir.
  2. Migrasi risen (recent migration) yaitu migrasi yang dilakukan selama kurang dari 5 tahun terakhir. Contohnya: orang-orang yang sedang kuliah di kota lain, biasanya tinggal di kota tempatnya kuliah selama 4-5 tahun, terkecuali untuk MaPaLa (Mahasiswa Paling Lama) yang bisa sampai 7-10 tahun.
  3. Migrasi temporer yakni migrasi yang kurang dari 24 jam. Para migran untuk kategori ini disebut juga komuter. Contohnya: orang-orang yang bekerja di ibukota namun tinggal di Depok, Tangerang, maupun kota-kota lain di sekitaran Jakarta.
  4. Migrasi musiman yakni migrasi yang dilakukan karena pengaruh musim. Hal ini terjadi bilamana di wilayah asal sedang musim paceklik, penduduk bermigrasi ke wilayah lain untuk bekerja di sektor jasa untuk sementara waktu.

Semoga bermanfaat readers!.. 🙂

*Sumber: catatan pribadi penulis, jaman masa kuliah, ditambah sedikit informasi dari web datastatistik Indonesia.

**source pict here.

Tulisan lainnya bertema ekonomi:

1. Sistem Pembayaran Tunai Bank Indonesia

2. Pendugaan Parameter dan Teori Konspirasi

3. Credit Rating

4. Roda Bob Sadino

Dibaca sebanyak: 18815 kali.

Keywords

  • migrasi temporer
  • apa yang dimaksud dengan sdm migrasi
  • apakah migrasi termasuk mata kuliah regional
  • migrasi ekonomi