Monthly Archives: August 2013

Pengalaman Mengikuti Tes Rekrutmen Pegawai LPP TVRI

Capture

TVRI. Siapa yang nggak kenal TVRI? Stasiun televisi pertama di Indonesia yang saat ini berstatus sebagai Lembaga Penyiaran Publik ini, masih terus berusaha bertahan di tengah banyaknya stasiun-stasiun tv komersil. Jika ada yang bertanya, ngapain si TVRI masih ada? Kudunya TVRI itu dihapus aja, wong udah nggak laku gitu.

No, no, no. Selama kamu masih tinggal di Indonesia, TVRI akan terus ada (setidaknya sampai hari ini kan?). Kenapa? TVRI itu diibaratkan TV-nya pemerintah. Jadi TVRI itu berfungsi mengimbangi pemberitaan-pemberitaan yang ada. Jika stasiun-stasiun TV lain, begitu banyak membuka borok-borok pemerintah tanpa sedikitpun melihat sisi baik /  hal-hal yang telah dilakukan pemerintah, maka TVRI tidak demikian. TVRI yang saat ini berstatus sebagai Lembaga Penyiaran Publik, sedang terus menerus membenahi diri. Hal tersebut dapat terlihat dari tayangan-tayangan TVRI yang makin ‘nyaman’ secara visual. Berbeda dengan TVRI di jaman-jaman dulu yang nampak membosankan untuk ditonton. Hehe.

Btw nih soal TVRI, beberapa waktu lalu, tepatnya bulan Juni 2013. Saat itu, semua pelamar yang lolos seleksi berkas, diumumkan via web. Diminta untuk datang test pada hari yang ditentukan.

Di hari pertama, sebelum mengerjakan test, seperti alur-alur di perusahaan ataupun lembaga-lembaga pada umumnya, yaitu mengisi form biodata. Pertanyaannya lumayan banyak dan detil. Ada juga pertanyaan-pertanyaan mengenai kepribadian. Oh ya sebelum mengisi form biodata semua peserta diminta mengeluarkan KTP aslinya untuk di cek apakah benar yang ikut test adalah peserta yang diundang. Mungkin pula untuk menghindari jangan sampai ada yang pakai joki (wah jadi inget ada kasus rekrutment di sebuah bank, salah 1 pesertanya pakai joki :p). Hehehe

Setelah mengumpulkan form itu dimulailah test yang dihandel langsung oleh tim psikologi UI. Seperti psikotes-psikotes umumnya, yaitu test kemampuan umum yang terdiri dari 5-6 bagian test (ada hitung-hitungan, soal bahasa, logika ruang, etc).

Setelah test kemampuan umum, test berikutnya yaitu test kreplin. Masih pada inget kan test kreplin? Itu loh.. test yang berbentuk koran, isinya angka-angka bejibun.  Usai test kreplin, jam istirahat sambil nunggu hasil pengumumannya hari itu juga.

Seusai istirahat, pengumumannya ada. Dari ratusan peserta, yang tersisa tinggal 97 peserta. Peserta pun dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama wawancara dan FGD, sedangkan kelompok kedua lanjut psikotest berikutnya. Dibagi jadi 2 kelompok sepertinya ketika itu untuk menghemat waktu.

Psikotest tahapan kedua yaitu psikotest gambar, kayak biasa.. disuruh gambar pohon dan gambar orang. Selain psikotest gambar, juga ada psikotest kepribadian (lupa namanya), yang jelas memilih satu dari 2 pernyataan yang kira-kira paling sesuai dengan diri sendiri, nantinya kan keliatan pola konsistensinya (sering nemu psikotest yang ini di beberapa kali rekrutmen beberapa perusahaan -_-).

Keesokan harinya, test lanjutannya yaitu wawancara psikolog dan FGD. Karena teman-teman anggota FGDku keliatan masih muda-muda banget, kesempatan besar langsung ambil posisi jadi moderator. Wkwkwkwkwk… Hmm..tapi memang itu loh kuncinya. Di FGD, jadilah moderator, atau jadilah seseorang yang sesekali berbicara namun jelas tujuannya, bukan cuma diam.

Setelah test di hari kedua, katanya nanti dikabarin via sms kalau memang lulus psikotest tahap 2 beserta wawancara psikolog dan FGD itu. Alhamdulillah lulus.

Tahapan berikutnya yaitu user interview. User interview selalu bikin deg-degan, karena jadi penentu akhir apakah kita akan keterima untuk posisi itu ataukah belum rejeki kita disitu.

Alhamdulillah dapet giliran nomor urut 2 untuk interview user, jadi nggak ngantri lama, hehe. Sempet ditanya-tanya “kamu siap ke sulbar? Sulbar itu pelosok loh”, dan beberapa pertanyaan-pertanyaan lain yang sebenernya lebih ke arah untuk menguji niat dan kesungguhan. Hehehehe..

Setelah user interview, rasanya lega tapi gimana gitu ya rasanya. Hehehe..susah dijelasin. Soalnya kata bapak yang interview (saat itu yang interview seharusnya kepala TVRI sulbar langsung, tapi kareana beliau berhalangan, jadi yang interview adalah kepala personalianya), bahwa berkas semua peserta yang sudah sampai di tahap user interview, dikirim ke jakarta. Kata beliau, pihak SDM di TVRI jakarta yang nantinya menentukan hasil akhirnya tentang siapa-siapa yang lulus (dengan meninjau hasil test keseluruhan dan hasil user interview).

Sekitar 1-2 minggu kemudian pengumumannya pun ada di web TVRI. Alhamdulillah… 🙂 posisi yang kulamar lebih dibutuhkan untuk kawan yang lain, jadi ya belum rejeki di TVRI untuk saat itu. Hehee. 🙂 Tapi setelah dipikir-pikir ada baiknya juga, karena wilayah mamuju (tempatku akan ditempatkan jikalau aku yang lulus) itu terpencil (kalo dibandingkan Makassar, jaauuuhhh bedanya). Mungkin Tuhan tahu kalau aku belum siap tinggal di tempat yang jalannya masih sepi, angkot pun belum ada, kalau jam 8 malam, sepinya super kayak kuburan. Hihihiii..

Oke, demikian pengalaman pribadi saya sewaktu mengikuti tahapan rekrutment LPP TVRI untuk penempatan sulbar di bulan Juni 2013 lalu. Semoga bermanfaat!… ^_^

Dibaca sebanyak: 16807 kali.

Keywords

  • pengalaman kerja di tvri
  • pengalaman bekerja di tvri
  • Kerja di tvri
  • pengalaman di tvri
  • pengalaman kerja menjadi presenter di stasiun tvri