Category Archives: Ekonomi

Lima Alat Ukur Kemiskinan Ekonomi Masyarakat

Kemiskinan ekonomi dalam masyarakat / wilayah / negara, dapat diukur dengan alat ukur sebagai berikut:

1. Kurva Lorenz

2. Gini Ratio

3. Theil Index

4. L-index

5. Williamson Index

Point no.1-3 lebih banyak digunakan untuk mengukur ketimpangan pendapatan rumah tangga.

Point no.4-5 lebih populer digunakan dalam mengukur ketimpangan pendapatan regional.

 

 

Dibaca sebanyak: 34336 kali.

Keywords

  • alat ukur kemiskinan
  • alat yntuk mengukur tingjat kemiskinan

Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan

Kemiskinan merupakan topik yang selalu menarik untuk diperbincangkan apalagi bagi para politikus yang suka “menjual” kemiskinan dimana-mana. Kemiskinan dalam bidang ekonomi, secara sederhana didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonominya secara layak.

Dalam kemiskinan itu sendiri ada yang dikenal sebagai kemiskinan menurut pola waktu. Apa sajakah itu?

1. Persistent Poverty (persistensi kemiskinan / kemiskinan yang persisten)

Yaitu kemiskinan yang telah kronis atau turun temurun. Pada umumnya terjadi di daerah yang kritis sumber daya alamnya atau daerah yang terisolasi.

2. Cyclical Poverty

Kemiskinan yang mengikuti pola siklus ekonomi secara keseluruhan.

3. Seasonal Poverty

Yaitu kemiskinan musiman, seperti yang sering dijumpai pada  kehidupan petani dan nelayan.

4. Accidental Poverty

Kemiskinan yang terjadi karena bencana alam atau dampak dari suatu kebijakan tertentu yang menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan suatu masyarakat secara tiba-tiba.

Kemiskinan erat kaitannya dengan distribusi pendapatan yang tidak merata, atau sebut saja ketimpangan pendapatan. Ketimpangan pendapatan menyebabkan munculnya manifestasi ketidakpuasan rakyat yang menimbulkan konflik horizontal. Serta ketidakpuasan daerah yang memunculkan konflik vertikal.

Metode mengukur ketimpangan pendapatan rumah tangga harus memenuhi beberapa prasyarat bagi pengukuran ketimpangan kesejahteraan yang efektif, yaitu:

1. Independen terhadap rataan

2. Independen terhadap replikasi populasi

3. Memenuhi prinsip transfer Pigou Dalton

Dibaca sebanyak: 18981 kali.

Koperasi

Definisi Koperasi

Menurut UU No.25 Tahun 1992

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Tujuan Koperasi

Berdasarkan UU No.25 Tahun 1992, Bab III, tujuan koperasi adalah

Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan pancasila dan UUD 1945.

Fungsi dan Peran Koperasi

Berdasarkan UU No.25 Tahun 1992, Bab III, Pasal IV:

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
  4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokras ekonomi.

Prinsip Koperasi

Berdasarkan UU No.25 Tahun 1992, Bab III, Pasal V:

  1. Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  3. Pembagian sisa hasil usaha (SHU) dilakukan secara adil sebading dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
  4. Pemberian balas jasa yag terbatas terhadap modal
  5. Kemandirian.

Dalam pengembangannya, koperasi juga melaksanakan prinsip:

–          Pendidikan koperasi

–          Kerjasama antar koperasi

Source: catatan jaman kuliah

Dibaca sebanyak: 18968 kali.

Business Cycle

bussiness cycle

Menjaga stabilitas ekonomi makro merupakan tugas utama pemerintah di bidang ekonomi secara garis besar. Dalam melaksanakan tugasnya, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan-kebijakan terkait makroekonomi.

Kebijakan-kebijakan ekonomi makro diturunkan dari review kondisi indikator-indikator ekonomi makro itu sendiri. Beberapa indikator tersebut antara lain: pertumbuhan ekonomi (GDP growth), Read more »

Dibaca sebanyak: 2335 kali.

Keywords

  • contoh siklus bisnis
  • business cycle adalah
  • contoh kasus siklus bisnis
  • tahapan ciri siklus bisnis
  • business cycle perusahaan

Fertilitas dan Kebijakan Kependudukan

Di ekonomi kependudukan ada empat cakupan penting yakni kelahiran penduduk (natalitas), kematian penduduk (mortalitas), tingkat kesuburan penduduk (fertilitas) serta perpindahan penduduk (migrasi). Kali ini kita akan membahas mengenai fertilitas.

Fertilitas ini erat kaitannya dengan potensi SDM yang di dalamnya tercakup jumlah, struktur, dan pertumbuhan penduduk. Potensi SDM tersebut pada akhirnya mempengaruhi pembangunan ekonomi.

Dalam ekonomi SDM, anak merupakan potensi yang suatu saat dapat dimanfaatkan sebagai faktor produksi, pemikiran yang capital banget kan keliatannya. Hihihihi 😀 tapi kalian akan menemukan penjelasannya di bawah ini. Read more »

Dibaca sebanyak: 11466 kali.

Keywords

  • pertanyaan tentang fertilitas
  • pertanyaan fertilitas
  • Kebijakan Fertilitas
  • kebijakan fertilitas di indonesia
  • kebijakan tentang fertilitas

Brand Brain Migration (BBM)

ID-10058104Brand Brain Migration (BBM) adalah istilah yang digunakan untuk berpindahnya pada migrant / penduduk yang berkualitas secara SDM. Bagi wilayah yang ditinggalkan, BBM ini merugikan sebab para penduduk yang cerdas dan berkualitas tinggi SDMnya justru keluar dari wilayah tersebut. Namun bagi wilayah yang didatangi, BBM mendatangkan keuntungan sebab para migrant yang datang tersebut berpotensi menambah pendapatan asli wilayah tersebut. Tentu manfaat ataupun kerugian dari BBM ini baru benar-benar terasa jika penduduk yang bermigrasi itu dalam jumlah besar, atau jika yang bermigrasi adalah orang yang paling berpengaruh di suatu negara dan tak ada oranglain yang menyamai pengaruhnya. Read more »

Dibaca sebanyak: 13115 kali.

Faktor-faktor Migrasi

Faktor migrasi

Di pembahasan yang lalu kita telah membahas mengenai macam-macam migrasi menurut waktunya. Kali ini kita akan membahas beberapa point yaitu: Mengapa orang melakukan migrasi? Secara garis besar, ada 2 hal yang menjadi penyebab orang bermigrasi.

1. Daya tarik

Orang bermigrasi karena daya tarik sebuah wilayah yang nampak jauh lebih baik daripada wilayah tempatnya berdomisili.

2. Daya dorong

Orang bermigrasi karena terdorong kondisi-kondisi di wilayahnya yang serba terbatas, sehingga ia keluar untuk mencari wilayah lain yang memiliki lebih banyak peluang.

Daya tarik dan daya dorong ini bersinergi membentuk semacam energi yang pada akhirnya mempengaruhi seseorang memutuskan untuk bermigrasi.

Faktor-faktor Migrasi

Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong maupun penarik terjadinya migrasi antara lain: Read more »

Dibaca sebanyak: 41663 kali.

Keywords

  • faktor pendorong terjadinya migrasi pada masa kolonial
  • sebutkan dan jelaskan berbagai faktor pendorong terjadinya migrasi pada masa kolonial
  • Daya tarik imrigasi
  • Faktor masa kolonial belanda
  • faktor migrasi penduduk

Migrasi di Teori Ekonomi SDM

ID027993Migrasi merupakan salah satu pembahasan penting di ekonomi sumber daya manusia ataupun persoalan demografi/kependudukan. Definisi dari migrasi (mengutip dari web datastatistik-indonesia) adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain. Atau secara sederhana, migrasi merupakan perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain pada suatu periode tertentu. Intinya: move on. 😀

Menurut letak wilayah tujuannya, migrasi terbagi menjadi 3, yakni:

1. Migrasi lokal

Migrasi lokal yaitu migrasi yang dilakukan dalam satu propinsi saja. Migrasi ini biasanya terjadi antar kota dalam satu propinsi. Misalnya bermigrasi dari Bogor ke Bandung, atau dari Makassar ke Tana Toraja.

2. Migrasi regional

Migrasi regional adalah perpindahan penduduk dari suatu propinsi ke propinsi lainnya. Misalnya dari Makassar (Sulawesi Selatan) ke Manado (Sulawesi Utara).

3. Migrasi internasional

Migrasi regional merupakan perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. Ada yang disebut imigrasi, ada juga yang disebut emigrasi. Imigrasi yaitu ketika seseorang memasuki suatu negara lain yang hendak didiaminya, sedangkan emigrasi yaitu ketika seseorang meninggalkan sebuah negara tempat ia pernah tinggal.

Masih terkait persoalan migrasi, migrasi juga terbagi-bagi menurut waktu lamanya migrasi itu dilakukan.

  1. Migrasi seumur hidup (live time migration) yaitu migrasi yang dilakukan selama lebih dari 5 tahun terakhir / meninggalkan tempat kelahiran lebih dari 5 tahun terakhir.
  2. Migrasi risen (recent migration) yaitu migrasi yang dilakukan selama kurang dari 5 tahun terakhir. Contohnya: orang-orang yang sedang kuliah di kota lain, biasanya tinggal di kota tempatnya kuliah selama 4-5 tahun, terkecuali untuk MaPaLa (Mahasiswa Paling Lama) yang bisa sampai 7-10 tahun.
  3. Migrasi temporer yakni migrasi yang kurang dari 24 jam. Para migran untuk kategori ini disebut juga komuter. Contohnya: orang-orang yang bekerja di ibukota namun tinggal di Depok, Tangerang, maupun kota-kota lain di sekitaran Jakarta.
  4. Migrasi musiman yakni migrasi yang dilakukan karena pengaruh musim. Hal ini terjadi bilamana di wilayah asal sedang musim paceklik, penduduk bermigrasi ke wilayah lain untuk bekerja di sektor jasa untuk sementara waktu.

Semoga bermanfaat readers!.. 🙂

*Sumber: catatan pribadi penulis, jaman masa kuliah, ditambah sedikit informasi dari web datastatistik Indonesia.

**source pict here.

Tulisan lainnya bertema ekonomi:

1. Sistem Pembayaran Tunai Bank Indonesia

2. Pendugaan Parameter dan Teori Konspirasi

3. Credit Rating

4. Roda Bob Sadino

Dibaca sebanyak: 18815 kali.

Keywords

  • migrasi temporer
  • apa yang dimaksud dengan sdm migrasi
  • apakah migrasi termasuk mata kuliah regional
  • migrasi ekonomi

Sistem Pembayaran Tunai Bank Indonesia

kartal money

Dalam perekonomian, terkhusus bidang perbankan dan keuangan, ada yang disebut dengan sistem pembayaran? Apakah sistem pembayaran itu? Berdasarkan definisi dari web Bank Indonesia, sistem pembayaran merupakan sistem yang berkaitan dengan pemindahan sejumlah nilai uang dari satu pihak ke pihak lain. Ketika sedang membahas sistem pembayaran Bank Indonesia, maka berarti kita membahas sistem pembayaran yang punya dampak secara makro terhadap perekonomian Indonesia karena salah satu tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral yaitu mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran.

Sistem pembayaran yang dikelola oleh Bank Indonesia ada 2 yaitu sistem pembayaran tunai dan non tunai. Sistem pembayaran tunai terdiri dari distribusi & layanan kas (DULK) dan pengolahan uang (PU). Sedangkan sistem pembayaran non tunai terbagi atas accounting dan kliring.

Secara sederhana, pointnya seperti ini:

1. Tunai

  • Distribusi Uang dan Layanan Kas (DULK)
  • Pengolahan Uang (PU)

2. Non tunai

  • Accounting
  • Kliring

Kali ini kita membahas sistem pembayaran tunai.

 

Distribusi Uang dan Layanan Kas (DULK)

DULK adalah salah satu bagian dari Bank Indonesia yang menyediakan layanan umum, layanan, khusus, dan layanan tambahan bagi para nasabahnya (nasabah BI tentu saja adalah bank-bank umum dan masyarakat umum). Layanan umum sendiri mencakup setoran bank, penarikan bank, dan penukaran uang. Kemudian layanan khusus cakupannya yaitu remisi atau pengiriman uang, lalu layanan tambahan lainnya yaitu menyediakan kas keliling untuk menarik uang tidak layak edar dari masyarakat & mengedarkan uang yang layak. Jadi intinya, segala hal yang terkait distribusi uang secara fisik merupakan tugas unit DULK di Bank Indonesia.

FYI, bicara soal distribusi uang, menurut Pak Tubagus (salah satu pegawai BI Makassar bagian DULK) tahun 2010 mengatakan bahwa jaman dulu bank-bank menyetorkan semua uangnya ke Bank Indonesia dan BI lah yang memilah serta menyortir antara uang layak dan tidak layak. Namun sejak tahun 2007, bank-bank umum tersebut sendiri lah yang menyortir kemudian menyetor sendiri uang lusuh tidak layak edar tersebut ke Bank Indonesia untuk digantikan dengan uang layak.

Secara teknis, uang-uang tidak layak edar tersebut dibungkus. Tiap bungkus berisi 10 pack, dan tiap pack berisi 100 lembar.

Nah.. sekarang mulai tahu dikit kan tentang pentingnya keberadaan Bank Sentral.. Gimana? Lanjut yaa…

 

Pengolahan Uang

Pengolahan Uang (PU) juga merupakan bagian dari sistem pembayaran tunai. Tanpa adanya pengolahan uang, bisa-bisa sampai hari ini uang-uang tidak layak edar masih bertebaran memenuhi kegiatan transaksi ekonomi para penduduk Indonesia. Hehhehe.

Dalam pengolahan uang, ada 3 tahapan yaitu:

1. HUM (Hitung Uang Manual)

Uang-uang yang telah diterima Bank Indonesia dari bank-bank umum maupun masyarakat, dihitung secara manual. Dalam proses HUM, minimal ada 3 orang yang terlibat, yakni terdiri dari 1 orang pejabat BI dan 2 orang kasir BI. Proses ini juga direkam oleh cctv dari berbagai arah dan dibuatkan berita acara (sehingga ada catatan resmi mengenai berapa total jumlah uang yang diagendakan untuk dimusnahkan pada saat itu).

2. MSUK (Mesin Sortir Uang Kertas)

Setelah proses HUM selesai, maka proses selanjutnya yaitu uang-uang tersebut masuk di MSUK (Mesin Sortir Uang Kertas). MSUK sendiri mempunyai 3 fungsi yakni: mengecek palsu tidaknya uang; memilah antara uang layak dan tidak layak; serta memusnahkan uang.

3. MRUK (Mesin Racik Uang Kertas)

Dari MSUK, uang-uang tersebut kemudian masuk di MRUK (Mesin Racin Uang Kertas). Fungsi MRUK ini yaitu menghancurkan uang kertas menjadi serpihan-serpihan kecil. Mesin ini mampu menampung 500-600 ikat/pack uang kertas (yang kisaran beratnya sekitar 5 kwintal), bisa kebayang nggak kira-kira mesinnya seperti apa? Saya juga belum pernah lihat. Hehehhe.. karena ruangan MRUK sendiri sangatlah steril.

Nah, uang-uang yang sudah dihancurkan oleh MRUK, nantinya akan berbentuk serpihan-serpihan, dan oleh mesin tersebut dipadatkan menjadi semacam bulatan-bulatan atau lebih mirip tabung pendek gemuk (kayak kue putu nangis tapi lebih gemuk).  Kalau bingung membayangkannya, lihat aja pict di bawah ini. Kepalan-kepalan ini dikemas di plastik dan siap untuk dihantarkan ke tempat pembuangan akhir sesuai yang telah dijadwalkan.

uang sudah dihancurkan

Sekarang jadi lumayan tahu kan tentang peranan Bank Indonesia dalam sistem pembayaran tunai.. 🙂

Semoga bermanfaat readers!… ^_^

 

*Source of illustration pict is here and here.

** Tulisan di atas disarikan dari catatan pribadi penulis sewaktu magang di KBI Makassar tahun 2010, ditambah beberapa informasi dari website resmi Bank Indonesia.

*** Versi ringkasnya diposting di kompasiana.

 

Dibaca sebanyak: 2298 kali.

Keywords

  • proses pembayaran uang tunai melalui kas
  • pertanyaan mengenai bank unit sistem pembayaran pada bank indonesia
  • sistem pembayaran tunai pada Bi

Belajar Probabilitas dengan Metode Learning by Doing

001243

Di acara Belajar Metodologi Penelitian Bareng DR_Consulting dan MIB yang diadakan Ahad 3 Maret 2013 lalu, saya berkesempatan mendapatkan wawasan baru dari salah seorang peserta kegiatan. Salah satu hal menarik yaitu cerita tentang buku bodo. Buku bodo adalah sebuah buku pedoman yang digunakan masyarakat desa untuk menentukan pilihan nomor togel yang akan mereka pasang.

Cerita tentang buku bodo tersebut, diceritakan langsung oleh B, seorang alumni jurusan Akuntansi dari salah satu universitas di Makassar, seorang putra asli tanah Maluku Tenggara, tidak jauh dari Kota Tual katanya.

Selain bercerita tentang buku bodo, dia juga cukup banyak bercerita tentang Maluku, tentang sebuah kawasan yang selama ini hanya saya ketahui dari pelajaran geografi di sekolah.

Tulisan tentang buku bodo ini selengkapnya bisa dibaca di sini.

*pict modified from freedigitalphotos.net

Dibaca sebanyak: 22511 kali.

Keywords

  • metode pembelajaran probabilitas
  • metode pembelajaran togel
« Older Entries