Category Archives: Value

Manfaat Berbicara dengan Santun kepada Anak

Source Pict: www.gambar.co

Allah SWT melalui Al Qur’an, mengajarkan kita salah satunya tentang bagaimana berkomunikasi kepada anak-anak kita dengan santun. Hal ini dapat kita temukan dengan mudah di:

QS. Luqman: 13

“… ya bunayya laa tusyrik billaah …”

(Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah..)

Kata-kata “Yaa bunayya” (wahai anakku) merupakan kata yang menunjukkan keramahan seseorang kepada seorang anak yang dipanggilnya. Read more »

Dibaca sebanyak: 10904 kali.

Keywords

  • kakaowiec
  • gambar anak anak muslim

Finding Meaning

Terkadang, kita perlu melakukan spontanitas perjalanan untuk menemukan makna yang selama ini belum pernah kita temukan.

Terkadang, kita perlu bertemu dengan orang-orang yang dulunya sungguh tak pernah ingin kita temui lagi, untuk menemukan makna dari pertemuan yang kesekian kali di waktu berbeda itu.

Terkadang, kita perlu membebaskan diri kita… Untuk menemukan sesuatu yang kita sebut sebagai MAKNA.

Dibaca sebanyak: 453 kali.

Teka Teki Tuhan

 

“We are a team. One fight in the front, another should guard in the back.” – Mr.A (March 6th, 2013, 08.40 PM)

Dia mengirimkan pesan itu kepadaku saat kabut senja menyapa kalbu. Tak ada hal yang jauh lebih baik dari dukungan, ketika segala jenis hal yang kau sebut masalah datang menghampiri kehidupanmu bertubi-tubi. Mencoba merealisasikan plan A, gagal. Mencoba menerapkan plan B, C, dan D, juga kandas. Tahukah kau? Kadang-kadang aku bertanya pada Tuhan

“Teka teki macam apakah ini, Tuhan?”

Padahal seharusnya bukan itu. Bukan seperti itu respon yang kutunjukkan padaNya. Pada Dia yang senantiasa ada dalam setiap titik nafas kehidupanku. Apakah aku salah? Apakah salah jika aku sekedar bertanya demikian kepada Sang Pemilik Kehidupan? Sisi lain dari diriku berkata demikian. Lalu bagaimana seharusnya aku akan bersikap?

Semalam, sepotong mozaik kudapatkan dari seorang bernama Faqih. Dia memberitahuku, tepatnya menceritakan kepada kami semua tentang semua kisah yang ternyata darinya kuperoleh sebuah makna yang mungkin saja akan sulit untuk kau jelaskan dengan bahasa yang lebih terang. Ah, berkata apa aku ini. Ini lah cerita dari Faqih semalam kepadaku, kepada mereka.

Al kisah ada seorang Pak Tua hidup di desa dengan seorang anak lelakinya yang beranjak dewasa. Mereka memiliki seekor kuda peliharaan satu-satunya. Suatu hari kuda tersebut lepas dan meninggalkan kandangnya. Namun Pak Tua dan anaknya tak tampak sedih, mereka biasa-biasa saja. Para tetangga menjenguknya dan berkata prihatin terhadap apa yang dialami oleh Pak Tua.

Tahukah kau apa respon Pak Tua?

Dengan lantang ia berkata, “kalian pikir ini adalah sebuah kemalangan?!”

Para tetangga keheranan lalu memilih pulang.

Beberapa hari kemudian kuda Pak Tua itu pulang kembali ke kandang, bersamanya turut serta beberapa ekor kuda liar yang mengikutinya. Para tetangga kembali mendatangi Pak Tua dan mengucapkan selamat. Tahukah kau apa respon Pak Tua?

Ia berkata, “kalian pikir semua ini adalah sebuah keuntungan besar?!”

Sejak adanya kuda-kuda liar itu, setiap harinya anak lelaki satu-satunya yang dimiliki Pak Tua, sibuk mengurus dan melatih kuda-kuda itu. Saat melatih kuda-kuda liar itu, anaknya justru diserang dan kakinya patah.

Pada saat bersamaan ada ajakan massal bagi para pemuda desa untuk ikut perang. Anak si Pak Tua tidak bisa ikut karena kondisi kakinya.

Dari cerita di atas, ada yang berpendapat bahwa kita belajar dari setiap hal yang kita alami pasti ada hikmahnya. Namun, Faqih memberi pendapat yang berbeda, dan bagiku pendapat itu sungguh lah menarik. Dan menurutku benar pula itu adanya. Tahukah kau apa yang dikatakan Faqih semalam kepadaku, kawan?

Ia berkata…

Jangan terlalu cepat memberi nilai pada segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita. Karena kenegatifan yang mungkin saja kita rasakan saat ini mungkin saja akan membawa keberkahan untuk masa yang akan datang. Demikian sebaliknya.

Terima kasih Faqih, terima kasih Kak Mr.A.

Hari ini saya belajar lebih banyak.

 

🙂

 

Dibaca sebanyak: 414 kali.

Cara Mengatasi Kepanikan

whenyoupanic

Source Pict Here

 

Panik adalah kondisi alamiah yang pernah dialami oleh siapapun. Yang namanya manusia pasti pernah panik, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Panik pun ada tingkatan-tingkatannya, mulai dari yang ringan hingga yang tanpa disadari justru menimbulkan efek destruktif.

Penyebab panik itu sendiri juga beragam. Beda orang, terkadang beda respon. Ada yang karena persoalan A jadi panik, namun ada juga yang tetap tenang-tenang saja ketika dilanda persoalan A misalnya.

 

Dua Hal Umum Penyebab Kepanikan

Beberapa hal umum yang menimbulkan kepanikan, diantaranya:

1. Saat mengalami, mendengar atau mendapat kabar tentang kehilangan sesuatu yang dianggapnya sangat penting.

Contoh: Orang yang kecopetan; Orang yang kehilangan berkas-berkas pentingnya.

2. Saat bertemu dengan kondisi mengejutkan yang tidak menyenangkan.

Contoh: Ke-gap bos ketika lagi asik main game di jam-jam kerja; Lupa bawa report penting yang akan dibahas di meeting pagi, sedangkan jalan rute rumah-kantor super duper macet; Lagi nyantai naik motor, tak ada mendung, tiba-tiba hujan mengguyur.

Ada yang pernah mengalami salah satu hal di atas? Hehe 🙂

 

Cara Mengatasi Kepanikan

Apapun penyebab paniknya, satu hal yang harus selalu kita ingat yaitu kepanikan akan menyebabkan kita sulit untuk berpikir jernih. Panik hanya membuat kita menjadi lebih reaktif, dominan menggunakan otak reptil.

Untuk itu, ada 5 cara mengatasi kepanikan. Tips ini disarikan dari talkshow Anthony Dio Martin di Smart FM. Langsung aja ya…

1. Belajarlah peka kapan Anda mulai panik dan kapan perlu dikendalikan.

2. Fokus pada apa yang dapat Anda lakukan.

3. Jangan fokus pada perasaan panik itu sendiri.

4. Buatlah emotional dissplacement defent (ubah fokus pada hal-hal lain)

Misalnya dengan menghirup napas dalam-dalam, memandang pemandangan di luar jendela, etc.

5. Melatih otak mempelajari hal-hal sulit, lalu coba lakukan hal lain.

 

Nah, lima tips tadi semoga dapat bermanfaat 😉

Dibaca sebanyak: 8571 kali.

Keywords

  • mengatasi kepanikan

Kapan Sukses?

progress

Source Pict: freedigitalphotos.net

 Tulisan ini merupakan intisari dari mind provokasi oleh Prasetya M Brata yang didengarkan penulis di SmartFM, 6 Januari 2013 sekitar jam 3 sore.

Suatu ketika Prasetya M Brata bertanya kepada audiens seminarnya

“Apakah Anda sudah sukses?”

Banyak yang menjawab belum.

“Lalu kapan Anda sukses?”

Nanti Pak

“Nantinya itu kapan?”

Ya nanti kalau sudah punya duit 1 Trilyun.

“Apakah Anda yakin kalau Anda punya duit 1T berarti Anda sudah sukses?”

Hmm..tidak juga sih Pak.

“Jadi sukses itu kapan?” Read more »

Dibaca sebanyak: 31240 kali.

Keywords

  • kapan sukses
  • kapan sukse

Kata-kata Positif

family

Source Pict.: freedigitalphotos.net

Keseharian kehidupan kita dipenuhi kata-kata. Ada yang mengatakan bahwa kata-kata itu netral, tiap-tiap dari kita lah yang melabelinya dengan makna. Namun, tentu saja ada kata-kata yang disepakati bersama-sama bahwa kata-kata tersebut lebih baik daripada kata-kata yang lain. Sebab jika tidak demikian, bagaimana mungkin puisi-puisi Sapardi Djoko Darmono memiliki tempat di hati sebagian orang. Bagaimana mungkin karya Chairil Anwar dan Rendra selalu dikenang sepanjang masa.

Itu untuk dunia sastra. Bagaimana dengan psikologi? Tentu tidak lah berbeda. Ayah Edi -seorang pakar pendidikan anak dan keluarga yang memiliki motto Strong from Home” juga menegaskan bahwa setiap anak belajar sejak masih dalam kandungan. Ia belajar mengenali dan memahami kata-kata. Bukan tentang definisinya, melainkan tentang apa maksud dari setiap kata-kata. Read more »

Dibaca sebanyak: 1113 kali.

Keywords

  • ayah edi pakar pendidikan anak
  • ayah edy pakar pendidikan anak
  • kata-kata positif psikologi

Filosofi Luka

“Jempol kiriku panas banget, tadi nggak sengaja ketumpahan sambel waktu mau masukkan mangkuk sambel ke lemari makan. Gimana  ya biar panasnya ilang?”

“Hmm..susah. Coba dicuci pakai sabun.”

“Udah coba cuci pakai dua jenis sabun, dah coba dicuci pakai air hangat, juga pakai susu bubuk (kalo makan kepedesan terus minum susu, pedesnya jadi agak berkurang –> jadi punya ide utk menghilangkan rasa panas sambel di tangan pakai susu bubuk). Hehehe”

“Hmm..kalo gitu, panasnya akan hilang sendiri seiring waktu. Hehehe..”

Rasa panas di jari akibat nggak sengaja ketumpahan sambel dapat diibaratkan sebagai masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan kita. Hal-hal yang tidak nyaman, hal-hal yang mengganggu rasa aman kita.

Usaha-usaha untuk menghilangkan rasa panas di jempol diibaratkan usaha-usaha yang kita lakukan untuk memecahkan persoalan kehidupan yang kita hadapi. Upaya menenangkan hati yang terluka, upaya menjernihkan masalah yang ruwet, semuanya adalah usaha untuk mengembalikan kondisi diri kita kembali pada titik nyaman dan tenang.

Namun, ketika berbagai upaya telah kita lakukan namun rasa panas di jempol akibat ketumpahan sambel masih begitu terasa..sama artinya dengan apapun yang kita lakukan utk kembali pada titik equilibrium diri kita, pada akhirnya akan terkoreksi sendiri oleh waktu.

Sepahit-pahitnya ujian, rasa kehilangan, dan segala ketidaknyamanan dalam kehidupan, insya Allah pasti akan hilang tergantikan oleh rasa syukur, nyaman, dan hati yang tenang.

Ada sebuah kalimat bijak yang entah darimana saya membacanya.. heheee..

Setiap luka pasti akan sembuh

Setiap luka punya sejarahnya sendiri.

Jadi, tak perlu repot-repot menghapus bekas luka.

Suatu hari, ketika memandanginya, kita akan semakin bersyukur untuk sebuah kondisi yang kita jalani sekarang. Bersyukur pernah ada di titik yang membuat luka itu ada.

^_^

Bulan ramadhan penuh berkah.. Semoga kita semua bisa menjadi insan yang lebih baik lagi setelah bulan ramadhan ini kita lalui. Amiin.

Dibaca sebanyak: 397 kali.

Keywords

  • filosofi luka

Sampah-sampah di Kehidupan Kita

“Jangan sampai dosa kita menghambat rencana besar Tuhan yang sangat cemerlang.”– Anthony Dio Martin

Ada enam sampah dalam kehidupan kita, yang seringkali tanpa kita sadari, sampah-sampah itu menghambat kita tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik. Apa saja? Berikut intisari pesan Anthony Dio Martin di Smart FM, 6 Mei 2012, sekitar pukul 21.15 WITA.

1. Sampah barang-barang

Barang-barang yang sudah tidak kita gunakan, seringkali menumpuk di lemari, di ruangan, ataupun di setiap sudut rumah kita. Cara mengatasi sampai ini, bisa dengan menyumbangkan barang-barang yang tidak terpakai tersebut ke orang lain. Dengan menyumbangkan barang-barang yang sudah tidak kita pergunakan, maka suasana akan lebih lowong. Akan lebih banyak ruang  kosong yang membuat kita dapat menerima hal-hal baru.

2. Sampah zat dalam tubuh

Cara mengatasinya dengan detoksifikasi. Sebenarnya tubuh manusia selalu mengalami proses detoksifikasi alami. Namun kadang-kadang kita perlu campur tangan tindakan kita sendiri agar detoksifikasi (proses pembuangan zat-zat tidak berguna dari dalam tubuh) berjalan lebih lancar. Salah satu contoh detoksifikasi alami yang bisa kita usahakan yaitu dengan minum jus buah atau sayuran selama beberapa hari berturut-turut.

3. Sampah relasi sosial

“Kita perlu menjaga jarak dengan orang-orang yang mencuri mimpi-mimpi kita”, ungkapan Robert T.Kiyosaki tersebut dikutip oleh Anthony Dio Martin untuk memunjukkan bahwa mereka yang mencuri mimpi kita adalah mereka yang selalu meremehkan kita dan pesimis terhadap cita-cita kita. Orang-orang semacam itulah yang disebut sampah relasi sosial.

4. Sampah masa lalu

Masa lalu adalah kumpulan kenangan yang kita sukai maupun yang tidak kita sukai. Kenangan yang manis kadang kala menjadi tembok yang memaksa kita untuk terus bernostalgia dan mengabaikan waktu yang terus berputar. Untuk itu, untuk mengatasi sampah masa lalu, caranya dengan: stop bernostalgia dengan masa lalu. Saatnya untuk terus move on dan menciptakan pencapaian-pencapaian baru.

5. Sampah pikiran

Sampah jenis ini adalah pikiran-pikiran negatif yang seringkali muncul ketika kita hendak mengambil sebuah keputusan, ketika kita hendak melakuka sebuah tindakan. Hal yang perlu kita lakukan untuk mengatasi sampah jenis ini yaitu dengan membuang jauh-jauh pikiran yang tidak penting  dan menghambat kemajuan diri. Caranya bagaimana? Yaitu renungkanlah pikiran-pikiran baru yang positif, yakini dan resapi hingga tertanam di otak kita.

6. Sampah spiritual

Apakah yang dimaksud dengan sampah spiritual? Tidak lain yaitu dosa-dosa kita. Ada satu kalimat menarik yang disampaikan Anthony Dio Martin terkait sampah spiritual ini, yaitu: jangan sampai dosa kita menghambat rencana besar Tuhan yang sangat cemerlang.

Itu dia enam jenis sampah dalam kehidupan kita. Dikatakan sampah sebab, hal-hal tersebut tidak penting, bahkan menjadi penghambat dalam proses pendewasaan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga bermanfaat!… 🙂


Dibaca sebanyak: 432 kali.

Culture Type

What is culture?

Culture is something that represents a distinctive way of live of a group of people, their complete design for living.

Our culture becomes so familiar to us until it develops into patterns and we take it for granted.

We get so used to the patterns and grow to be so acquainted and we usually do not question them.

Going further we hardly examine or think what we do or why we do it. WE JUST IT!

What are the 4 cultural types in an organization?

There are 4 types of people in an organization, they are:

1. Cultural Builders

What is cultural builders? Cultural builders is when you come up with new idea and adopt them for your organization. You know how to work and can get the best out of people. You are a leader and are willing to take risks. You are not afraid to make unpopular decisions if need be, for you, corporate goals are priority. Enterpreneurial in nature, you often lead the organization or department and the people around you to greater heights. You help your ogranization change, stay relevant and move forward.

2. Cultural Maintainers

You are the backbone of the organization and you need help maintain status quo. You makes sense of an ever changing world. Often you are the mediator between the builders and the followers. You are royal and wise. You ensure continously by bridging old culture with the new. You may not be an enterpreneur but you are a great corporate leader in your own right.

3. Cultural Followers

You are hardworking, conscientious, and action oriented. You understand your position and know your job well. You make the best of situation. You support the company culture without complaining. You ensure things get done. You are an asset in the company, without you the builders and maintainers cannot implement changes, strategics, and plans.

4. Cultural Disruptor

You say more than you do and hide behind complaints and intelectual debates. You are unproductive and unaware of it as you land to blame someone or something for your failure. It is not that you are bad, you are not in touch with what is going on and are unable to take action. Your words and actions do not generate into work. You are in opposition to the company culture and goals.

Some disruptors may have been a follower or a maintainer in their previous jobs. Perhaps they were from a larger organization. They complaint about how things are not right but do not have a clue of how to right them. They are confused, demoralised, and disruptive.

It is important to stay in touch and know your role. When you understand your strenghts and limitations you can fully utilise your potential and contribute to the organization. Then you add value, be relevant and affect positive change.

Tulisan di atas dikutip dari materi presentasi yang disampaikan oleh Mr. Anas Zubedy di event Inter-civilizational Youth Engagement Program, pada materi yang berjudul: How Youth Can Shape a Global Culture in the Future.

Dibaca sebanyak: 384 kali.

5 Jebakan Kemarahan dan Cara Mengatasinya

Marah. Siapa yang tidak pernah marah? Yang namanya manusia pasti pernah marah, hanya saja tiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam mengekspresikan kemarahannya. Ada yang mengekspresikannya dengan diam saja dan memilih tidak berbuat apa-apa. Ada pula yang mengekspresikan kemarahannya dengan tindakan-tindakan yang merusak, seperti membanting barang-barang yang ada di sekitar atau menyerang objek tertentu. Semuanya tergantung pada apa penyebab kemarahan.

Bicara soal penyebab kemarahan, setiap hari pasti ada saja hal yang dapat memancing kemarahan kita. Namun kita bebas memilih apakah kita akan melakukan tindakan positif ataukah tindakan destruktif dalam merespon emosi yang sedang bergejolak. Untuk itu penting bagi kita mengetahui mengapa kita marah? Hal-hal apa saja yang dapat memancing kemarahan kita? Berikut lima jebakan kemarahan menurut Anthony Dio Martin. Jebakan-jebakan kemarahan ini tanpa kita sadari, selalu ada di keseharian kita.

1. Labelling

Langkah pertama untuk menghindari marah yaitu hindari tindakan melabeli orang lain. Contohnya seperti ini: Anda melihat seseorang mengotori kursinya, lalu secara spontan Anda mengatakan kepadanya, “kamu jorok!” dan Anda merasa kesal kemudian marah padanya. Nah, ketika Anda mengatakan hal tersebut terhadapnya, itu berarti Anda sedang melabelkan sifat “jorok” pada orang yang bersangkutan. Lalu, bagaimana sebaiknya bertindak? Menurut Anthony Dio Martin, sebaiknya bukan kata-kata “kamu jorok!” yang keluar dari mulut Anda untuk orang tersebut, melainkan kata tanya untuk mengonfirmasi mengapa dia melakukan hal tersebut, misalnya dengan bertanya: “apa tujuanmu mengotori kursi itu?”. Dengan mengetahui apa maksud tindakan orang lain, maka kita akan lebih mudah memahami orang tersebut dan terhindar dari marah.

2. Mind-read

Hal kedua yang dapat kita lakukan untuk menghindari marah yaitu hindari mind-read. Apa itu mind-read? Mind-read yaitu mengira orang lain berpikiran begini atau begitu. Contohnya: si A mengira si B marah kepada dirinya, sehingga si A memilih menghindar dari si B dan hubungan mereka jadi menjauh, padahal sebenarnya si B tidak pernah marah pada si A. Namun pikiran A saja yang menganggap si B marah. Nah, betapa seringnya hal remeh temeh semacam ini hadir di keseharia kita kan? Untuk itu, cara mengatasi kebiasaan mind-read tersebut yaitu dengan berkomunikasi. Tanyakan apa yang penting untuk kita ketahui. Jangan pernah menyimpan pikiran “mungkin dia marah, mungkin dia tidak mau bertemu saya lagi, etc”, tanpa pernah mengkomunikasikannya dengan orang yang bersangkutan.

3. Meramal / Mengira-ngira

Seorang istri sudah menyiapkan makan malam spesial untuk suaminya, tapi ketika suaminya ditelpon, HPnya  tidak aktif. Si istri menunggu hingga jam 9 malam dan suaminya belum juga pulang. Ia mencoba menelpon lagi, dan lagi-lagi HP suaminya tidak aktif. Pikiran buruk pun hadir, jangan-jangan suaminya sedang berada di tempat lain bersama perempuan lain. Sang istri menjadi kesal, akhirnya ia membuang makan malam spesial yang sudah dimasaknya untuk sang suami. Suaminya pun baru tiba di rumah jam 11 malam. Setelah minta maaf, sang suami menjelaskan bahwa ban mobilnya bocor dan dia terjebak kemacetan parah ketika perjalanan dari bengkel menuju rumah. Sang istri pun menyesal. Nah, apa yang dilakukan sang istri merupakan hasil dari future telling (mengira-ngira). Lalu bagaimana cara mengatasi jebakan kemarahan yang satu ini? Jawabnya yaitu dengan cek realitas. Jika kita tidak menemukan jawaban setelah mengecek realitas, maka yang perlu dilakukan hanyalah berusaha untuk tetap berpikiran positif.

4. Melebih-lebihkan Sebuah Masalah

Melebih-lebihkan masalah juga termasuk dalam jebakan kemarahan. Cara mengatasi hal ini yaitu mari melihat masalah secara obyektif dan tidak memberikan penilaian yang berlebihan. Dengan begitu, kita akan terhindar dari marah.

5. Should Think

Seringkali kita berpikir, seharusnya begini, seharusnya begitu. Sikap tersebut memang diperlukan untuk beberapa hal tertentu, namun tanpa kita sadari pada hal-hal lain,tindakan tersebut juga dapat menyebabkan kita merasa tertekan dan terdorong ingin marah. Contohnya sebagai berikut: ada sebuah masalah kecil di perusahaan yang menurut kita seharusnya hal tersebut mampu diatasi karyawan kita, namun ternyata masalah tersebut berdampak pada kita. Jika kita tetap berada pada sikap “seharusnya dia yang menyelesaikannya”, maka emosi akan bergejolak dan kita marah. Untuk mengatasi hal ini, sama seperti poin nomor 4, yaitu dengan mencoba melihat masalah secara objektif agar kita mampu berpikir lebih fleksibel dalam menemukan solusi atas permasalahan yang sedang kita hadapi.

Demikian 5 jebakan kemarahan dan cara mengatasi menurut talk show yang disampaikan oleh Anthony Dio Martin di Smart FM pada 17 Mei 2012 (pukul 23.40 WITA). Semoga bermanfaat dan semangat pagiiiii!!!!!!!!!!! ^_^

NB: pernah diposting di www.kompasiana.com

Dibaca sebanyak: 512 kali.

« Older Entries