Business Cycle

bussiness cycle

Menjaga stabilitas ekonomi makro merupakan tugas utama pemerintah di bidang ekonomi secara garis besar. Dalam melaksanakan tugasnya, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan-kebijakan terkait makroekonomi.

Kebijakan-kebijakan ekonomi makro diturunkan dari review kondisi indikator-indikator ekonomi makro itu sendiri. Beberapa indikator tersebut antara lain: pertumbuhan ekonomi (GDP growth), inflasi, nilai tukar, cadangan devisa, dan persoalan ketenagakerjaan.

Siklus bisnis (business cycle) sebuah negara merupakan salah satu perangkat yang digunakan pemerintah untuk membantu merumuskan kebijakan makroekonomi, terutama untuk kebijakan jangka panjang. Business cycle itu sendiri sebenarnya adalah gambaran pertumbuhan ekonomi suatu negara selama periode tertentu. Biasanya disajikan dalam bentuk waktu 10 tahun terakhir (sebagai review) dan atau 5 tahun mendatang (sebagai proyeksi).

Contoh business cycle dapat dilihat pada ilustrasi di atas. Dari situ kita bisa mengetahui bahwa satu siklus bisnis terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

1. Booming

Pada tahapan ini, GDP berada pada puncaknya. Bisa dibilang ini adalah masa-masa dimana sebuah negara mengalami kejayaan ekonomi yang sangat signifikan. Untuk menuju ke tahapan booming ini, ciri-ciri yang jelas terlihat sebelum-sebelumnya adalah meningkatnya GDP secara terus-menerus.

2. Crisis

Ketika GDP mulai masuk di skala negatif, maka itu tanda perekonomian sebuah negara sedang mengalami krisis. Ciri nyata sebelum perekonomian dikatakan krisis yaitu menurunnya GDP secara konstan.

3. Resesi

Ini adalah titik kebalikan dari booming. Resesi merupakan masa dimana perekonomian sebuah negara benar-benar memburuk dan terasa bagi rakyatnya. Umumnya sebuah resesi berlangsung selama tiga kuartal. Adapun resesi yang berlangsung sangat parah, berskala global dan dalam jangka waktu lama, disebut depresi, seperti yang pernah terjadi pada era tahun 1930an.

4. Recovery

Recovery merupakan masa pemulihan. Dari resesi ke recovery, tentu tidak terlalu sulit ketimbang berangkat dari titik depresi ke recovery. Namun ini tidak bisa digeneralisir, sebab kondisi internal dan fundamental perekonomian tiap-tiap negara tentu berbeda satu sama lain. Pada intinya recover ditunjukkan dengan ciri GDP yang mulai merangkak naik secara konstan dari skala negatif menuju skala positif.

Selain tahapan-tahapan yang ada dalam sebuah siklus business cycle, perlu diketahui bahwa secara umum ada 2 macam bentuk business cycle yakni U-shape dan V-shape. Ilustrasinya seperti gambar di bawah ini

business cycle2

Konsep business cycle ini tidak hanya berguna untuk membantu pemerintah dalam mereview kondisi perekonomian negara, namun juga dapat membantu kita dalam memetakan kebijakan terkait business cycle perusahaan.

Semoga bermanfaat!..

Source pict: document of restyani.com

Tulisan terkait ekonomi lainnya:

1. Roda Bob Sadino

2. Faktor-faktor Migrasi

3. Brand Brain Migration

4. Fertilitas dan Kebijakan Kependudukan

5. Sistem Pembayaran Tunai Bank Indonesia

Dibaca sebanyak: 2335 kali.

Keywords

  • contoh siklus bisnis
  • business cycle adalah
  • contoh kasus siklus bisnis
  • tahapan ciri siklus bisnis
  • business cycle perusahaan