Faktor-faktor Migrasi

Faktor migrasi

Di pembahasan yang lalu kita telah membahas mengenai macam-macam migrasi menurut waktunya. Kali ini kita akan membahas beberapa point yaitu: Mengapa orang melakukan migrasi? Secara garis besar, ada 2 hal yang menjadi penyebab orang bermigrasi.

1. Daya tarik

Orang bermigrasi karena daya tarik sebuah wilayah yang nampak jauh lebih baik daripada wilayah tempatnya berdomisili.

2. Daya dorong

Orang bermigrasi karena terdorong kondisi-kondisi di wilayahnya yang serba terbatas, sehingga ia keluar untuk mencari wilayah lain yang memiliki lebih banyak peluang.

Daya tarik dan daya dorong ini bersinergi membentuk semacam energi yang pada akhirnya mempengaruhi seseorang memutuskan untuk bermigrasi.

Faktor-faktor Migrasi

Ada beberapa faktor yang menjadi pendorong maupun penarik terjadinya migrasi antara lain:

1. Ekonomi

Ekonomi merupakan faktor yang paling sering menjadi faktor orang bermigrasi. Tidak dapat dipungkiri, kebutuhan mendasar manusia yang paling awal adalah persoalan pangan, sandang, dan papan, karena itu lah mengapa faktor ekonomi menjadi penyebab utama orang-orang bermigrasi. Dalam faktor ekonomi, ada 3 hal yang menjadi point yaitu persoalan upah, kesempatan kerja, serta biaya hidup. Orang akan bermigrasi (minimal migrasi risen) jika tingkat upah di domisilinya lebih rendah daripada tingkat upah di wilayah tetangga, jika kesempatan kerja di wilayahnya lebih sedikit daripada di wilayah lain, dan atau jika biaya hidup di tempatnya tinggal sangatlah tinggi. Sejalan dengan pendapat Todaro (seorang ekonom yang berkonsentrasi di bidang ekonomi pembangunan) yang mengatakan bahwa adanya disparitas upah mendorong terjadinya migrasi, hal tersebut jua lah yang kita temukan faktanya di sekitar kita.

2. Sosial

Faktor sosial juga dapat menjadi salah satu faktor pendorong seseorang melalukan migrasi. Faktor sosial dalam hal ini yaitu bagaimana sarana dan prasarana di wilayah tersebut, baik itu sarana dan prasarana yang bersifat umum seperti jalan dan ruang terbuka hijau; sarana dan prasarana pendidikan seperti sekolah dan perpustakaan-perpustakaan; ataupun sarana dan prasarana budaya dan hiburan seperti banyak tidaknya ruang-ruang apresiasi seni dan tempat-tempat hiburan. Tiap orang memiliki preferensi tersendiri. Yang jelas, makin kurangnya sarana dan prasarana di suatu wilayah dapat menjadi daya dorong yang besar bagi masyarakatnya untuk bermigrasi keluar. Hal ini dapat kita temui di desa, banyak desa-desa yang kini hanya diisi oleh para orangtua karena para pemuda-pemudinya bermigrasi ke kota (yang lebih lengkap segala sarana dan prasarananya).

3. Politik / keamanan

Faktor politik atau keamanan merupakan faktor yang sangat urgent. Jarang sekali orang bermigrasi karena faktor ini. Biasanya orang yang bermigrasi karena faktor politik atau keamanan adalah orang yang benar-benar terpaksa / dipaksa bermigrasi. Pada zaman penjajahan Belanda, banyak penduduk Indonesia yang harus bermigrasi karena faktor politik ini. Tidak sedikit yang dibawa paksa oleh Belanda untuk pindah ke wilayah lain guna dipekerjakan secara paksa. Kalau untuk di masa sekarang, saudara-saudara kita yang berada di wilayah perang juga mengalami hal demikian, mereka bermigrasi mencari tempat yang lebih aman agar selamat dari letusan-letusan senapan dan hujan-hujan bom yang mengancam datang kapan saja.

Semoga bermanfaat!..

Postingan lainnya yang bertema ekonomi:

1. Migrasi di Teori Ekonomi SDM

2. Sistem Pembayaran Tunai Bank Indonesia

3. Roda Bob Sadino

4. Credit Rating

Dibaca sebanyak: 41663 kali.

Keywords

  • faktor pendorong terjadinya migrasi pada masa kolonial
  • sebutkan dan jelaskan berbagai faktor pendorong terjadinya migrasi pada masa kolonial
  • Daya tarik imrigasi
  • Faktor masa kolonial belanda
  • faktor migrasi penduduk