Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan

Kemiskinan merupakan topik yang selalu menarik untuk diperbincangkan apalagi bagi para politikus yang suka “menjual” kemiskinan dimana-mana. Kemiskinan dalam bidang ekonomi, secara sederhana didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonominya secara layak.

Dalam kemiskinan itu sendiri ada yang dikenal sebagai kemiskinan menurut pola waktu. Apa sajakah itu?

1. Persistent Poverty (persistensi kemiskinan / kemiskinan yang persisten)

Yaitu kemiskinan yang telah kronis atau turun temurun. Pada umumnya terjadi di daerah yang kritis sumber daya alamnya atau daerah yang terisolasi.

2. Cyclical Poverty

Kemiskinan yang mengikuti pola siklus ekonomi secara keseluruhan.

3. Seasonal Poverty

Yaitu kemiskinan musiman, seperti yang sering dijumpai pada  kehidupan petani dan nelayan.

4. Accidental Poverty

Kemiskinan yang terjadi karena bencana alam atau dampak dari suatu kebijakan tertentu yang menyebabkan menurunnya tingkat kesejahteraan suatu masyarakat secara tiba-tiba.

Kemiskinan erat kaitannya dengan distribusi pendapatan yang tidak merata, atau sebut saja ketimpangan pendapatan. Ketimpangan pendapatan menyebabkan munculnya manifestasi ketidakpuasan rakyat yang menimbulkan konflik horizontal. Serta ketidakpuasan daerah yang memunculkan konflik vertikal.

Metode mengukur ketimpangan pendapatan rumah tangga harus memenuhi beberapa prasyarat bagi pengukuran ketimpangan kesejahteraan yang efektif, yaitu:

1. Independen terhadap rataan

2. Independen terhadap replikasi populasi

3. Memenuhi prinsip transfer Pigou Dalton

Dibaca sebanyak: 18981 kali.