Manfaat Berbicara dengan Santun kepada Anak

Source Pict: www.gambar.co

Allah SWT melalui Al Qur’an, mengajarkan kita salah satunya tentang bagaimana berkomunikasi kepada anak-anak kita dengan santun. Hal ini dapat kita temukan dengan mudah di:

QS. Luqman: 13

“… ya bunayya laa tusyrik billaah …”

(Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah..)

Kata-kata “Yaa bunayya” (wahai anakku) merupakan kata yang menunjukkan keramahan seseorang kepada seorang anak yang dipanggilnya. Pada QS. Luqman ayat 13, kata-kata “ya bunayya” ditujukan oleh Luqman untuk anaknya saat hendak memberikan nasihat. Kata-kata “ya bunayya” juga dapat kita temukan diantaranya pada QS. Yusuf ayat 5, kata-kata “ya bunayya” ditujukan oleh Yakub kepada Yusuf (anaknya) saat menyampaikan nasihat perihal mimpi yang dialami Nabi Yusuf AS. Masih banyak ayat-ayat lainnya yang dapat kita temukan dengan mudah di Al Qur’an yang berisi kata-kata “ya bunayya”.

Selain dari Al Qur’an, Allah SWT melalui Rasulullah SAW juga mengajarkan kita tentang bagaimana berkomunikasi dengan santun kepada anak. Dapat kita simak pada hadits berikut:

Diterima dari Umar bin Abi Salamah, bahwa ia masuk ke rumah Nabi SAW yang ketika itu sedang menghadapi sajian, maka sabdanya: “Mendekatlah hai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan ambillah yang berada di depanmu.” (HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Abu Daud, sementara lafaznya daripadanya)

Dari beberapa uraian di atas, ada beberapa manfaat berbicara dengan santun kepada anak yang dapat kita ketahui, diantaranya:

1. Anak merasa disayangi dan dihargai

Saat kita sebagai orangtua memanggil anak kita dengan kata-kata “anakku”, “sayang”, “cinta”, “lovely”, dan kata-kata lembut lain yang sejenis, tentu hal tersebut akan menimbulkan rasa nyaman bagi anak yang dipanggil. Anak akan merasa disayangi dan dihargai. 🙂 memang ada pendapat yang berkata bahwa yang namanya kasih sayang itu nggak harus lewat ucapan. Ya memang tidak harus, tapi alangkah baiknya dimulai dari hati, direalisasikan dengan ucapan dan tindakan.

2. Anak lebih mudah dinasihati

Ketika anak-anak sudah merasakan kasih sayang yang kita pancarkan melalui lisan kita, anak-anak biasanya akan menjadi lebih patuh, sehingga insya Allah akan lebih mudah untuk dinasihati. Allah melalui Al Qur’an surah Luqman pada ayat 13-17 mengajarkan kita tentang bagaimana cara memberi  nasihat yang baik kepada anak-anak kita untuk kehidupannya di masa kini dan masa yang akan datang.

3. Terjalin hubungan yang makin erat antara orangtua dengan anak

Kalau anak sudah merasa dekat, mudah dinasihati, maka efek ketiga yang muncul dengan sendirinya yaitu insya Allah akan terjalin hubungan yang makin erat antara orangtua dengan anak. Tentu dengan catatan, komunikasi yang santun dan lembut tersebut tidak hanya dilakukan satu kali, namun berkali-kali dan terus-menerus. Namanya komunikasi tentu seumur hidup kan.. 🙂

4. Anak berpotensi tumbuh menjadi anak yang santun

Orangtua lah yang berperan penting dalam mendidik anak-anaknya. Untuk menjadikan anak menjadi santun, berperilaku islami tentu dimulai dari teladan orangtua terlebih dahulu dan didukung oleh lingkungan tempatnya tumbuh berkembang. Untuk menjadikan anak mencintai buku, mencintai Al Qur’an, tentu dimulai terlebih dahulu dari teladan orangtuanya sebagai orang terdekatnya yang rajin bersama dengan buku maupun Al Qur’an.

Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan senantiasa meneladani Rasulullah SAW dalam keseharian.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhâri dan Muslim).

Maka bagaimana anak-anak kita ke depannya, dimulai dari sikap kita kepadanya mulai dari hari ini, saat ia masih bisa kita bentuk perilakunya. Wallahu’alam bishawab.

Semoga bermanfaat.

*Source Pict: gambar.co

Tulisan terkait lainnya:

Memuji Anak

Dibaca sebanyak: 10904 kali.

Keywords

  • kakaowiec
  • gambar anak anak muslim